Tragedi Kanjuruhan: Dampak Gas Air Mata Disebut Salah Satu Penyebab Korban Berjatuhan?

- Senin, 3 Oktober 2022 | 19:29 WIB
Dampak gas air mata disebut jadi pemicu banyaknya korban Tragedi Kanjuruhan. (istimewa)
Dampak gas air mata disebut jadi pemicu banyaknya korban Tragedi Kanjuruhan. (istimewa)

AYOSURABAYA.COM -- Sepakbola Indonesia kembali berduka, dengan terjadinya tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan ratusan suporter Arema FC.

Polisi pada saat itu diketahui menggunakan gas air mata untuk mengendalikan suporter Arema F.C yang memasuki lapangan. Namun di peraturan FIFA sendiri sebenarnya melarang keras bagi petugas yang sedang berjaga menggunakan gas air mata untuk mengendalikan kerusuhan suporter.

Lantas, apa itu gas air mata yang disebut sebagai salah satu penyebab korban Tragedi Kanjuruhan berjatuhan hingga menewaskan lebih dari 100 orang?

Gas air mata sendiri adalah senjata kimia yang berupa gas dan digunakan untuk melumpuhkan melalui cara  menyebabkan iritasi pada mata dan/atau sistem pernapasan.

Baca Juga: Penantian Kartu Prakerja Gelombang 46 Dibuka, Insentif Kartu Prakerja Belum Cair, Mengapa?

Biasanya gas air mata berbentuk semprotan ataupun granat. Alat ini sering digunakan oleh kepolisian dalam melawan kerusuhan dan dalam penangkapan.

Bahan kimia yang sering dipakai pada gas air mata antara lain gas CS (2-klorobenzalmalononitril, C10H5ClN2), CN (kloroasetofenon, C8H7ClO), CR (dibenzoksazepin, C13H9NO), dan semprotan merica (gas OC, oleoresin capsicum).

Paparan terhadap gas air mata menyebabkan dampak jangka pendek dan panjang, dalam jangka panjangnya gas air mata dapat menyebabkan penyakit pernapasan, luka dan penyakit mata parah (keratitis, glaukoma, dan katarak), radang kulit, kerusakan pada sistem peredaran darah dan pencernaan, bahkan kematian, khususnya pada kasus dengan paparan tinggi.

Baca Juga: Film Sri Asih Batal Tayang Lagi! Joko Anwar Jelaskan Alasan Beserta Jadwal Rilis Tunda Film Super Wanita Itu

Tidak hanya itu, meskipun gas air mata bukanlah senjata yang mematikan tetapi ada juga risiko cedera serius permanen atau kematian ketika gas air mata dipakai.

Halaman:

Editor: Reny Diana Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X