Kesaksian Lengkap Suporter di Tragedi Kanjuruhan: Polisi Pengamanan Biasanya Matikan Lampu Bukan Gas Air Mata

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 19:25 WIB
Tragedi Kanjuruhan disinyalir karena adanya penembakan gas air mata. (Twitter/@JesWashington)
Tragedi Kanjuruhan disinyalir karena adanya penembakan gas air mata. (Twitter/@JesWashington)

AYOSURABAYA.COM -- Tragedi Kanjuruhan menyimpan banyak kesaksian dari suporter Arema atau Aremania yang melihat langsung kejadian di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu.

Insiden sepak bola yang merenggut nyawa lebih dari 100 suporter Arema atau Aremania itu telah menjadi pembicaraan dunia dalam beberapa hari terakhir dan dikenal sebagai Tragedi Kanjuruhan.

Para suporter mengisahkan Tragedi Kanjuruhan itu menurut versinya. Kesaksian Aremania satu dengan yang lainnya tak jauh berbeda.

Baca Juga: Gas Air Mata Dilarang FIFA, PSSI Klaim Polisi Sudah Tahu

Suporter Arema satu ini berkisah melalui kiriman suara di aplikasi perpesanan WhatsApp, kemudian diunggah oleh akun TikTok @anandasetyaaremanita. Suara seorang laki-laki menceritakan kondisi di Stadion hingga melihat mayat-mayat berjatuhan di pintu stadion menuju ruang VIP.

Laki-laki dalam suara itu juga curiga jika Polisi pengamanan yang bertindak bukan Polisi yang biasanya berjaga di Stadion Kanjuruhan saat ada pertandingan.

Biasanya, jika suporter mulai ribut, lampu akan dipadamkan, pendukung akan keluar stadion dengan sendirinya tanpa menghalau dengan gas air mata.

Simak kesaksian lengkap suara laki-laki dalam video tersebut yang diuraikan di bawah ini.

Baca Juga: Kumpulan Kesaksian Tragedi Kanjuruhan, Mulai Kengerian di Pintu 13 Hingga Saling Tindih di Tangga

Dadi sing mudun pun iku yo gak nguber Persebaya wong Persebaya ne tiup peluit langsung masuk.

Halaman:

Editor: Reny Diana Putri

Sumber: TikTok

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X