UMP 2023 Naik 10 Persen Picu Protes Keras Pengusaha

- Kamis, 24 November 2022 | 18:20 WIB
UMP 2023 Naik 10 Persen Picu Protes Keras Pengusaha (Pixabay)
UMP 2023 Naik 10 Persen Picu Protes Keras Pengusaha (Pixabay)

AYOSURABAYA.COM -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) beberapa waktu lalu
mengeluarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2022 yang
menyebutkan kenaikan upah minimum 2023 maksimal 10 persen.

Namun, kebijakan tersebut ternyata memicu protes keras dari para pengusaha yang merasakan dampak yang berbeda-beda dari kenaikan inflasi.

Ini juga disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid.

Baca Juga: Pengumuman UMK 2023 Diundur, Ini Bocoran Upah Minimum Warga Bandung dan Jawa Barat

Melansir dari Suara.com, Ia menilai bahwa tantangan ekonomi global akibat konflik geopolitik
terus menimbulkan lonjakan inflasi.

Hal tersebut terlihat dari menurunnya permintaan global yang menyebabkan ekspor Indonesia
hanya mencapai 10,99 persen atau sekitar USD 24,8 miliar pada September 2022.

"Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah terkait kenaikan upah minimum. Namun, harus disadari tidak semua sektor memiliki pertumbuhan dan iklim bisnis yang sama saat ini.
Kebijakan kenaikan upah minimum pada satu periode sebaiknya menargetkan pada industri
dengan laju pertumbuhan ekonomi terbesar atau winning industry pada periode tersebut.
Jika tidak, kebijakan kenaikan upah tersebut akan memberatkan pelaku usaha," ujarnya, Selasa (22/11/22).

Dari perspektif pengusaha, kata Arsjad, kebijakan yang ditetapkan seharusnya dapat dirumuskan secara tepat sasaran, adil, komprehensif, dan sesuai dengan karakter setiap sektor industri.

Baca Juga: UMP 2023 Jawa Timur Naik Maksimal 10 Persen, UMK 2023 Kabupaten Sampang Jadi Segini Pakai Cara Hitung Ini

Halaman:

Editor: Efrilia Aminati

Sumber: Suara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X