48 Orang Di Jombang Keracunan Makanan, 13 Diantaranya Dilarikan ke Rumah Sakit

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 19:16 WIB
Ilustrasi orang keracunan. (pixabay/OpenClipart-Vectors)
Ilustrasi orang keracunan. (pixabay/OpenClipart-Vectors)

AYOSURABAYA.COM-- Sebanyak 48 orang di Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang keracunan diduga setelah memakan masakan di acara tahlilan di dusun tersebut.

Dari 48 orang yang keracunan, 13 diantaranya dilarikan ke tiga rumah sakit yang berbeda yaitu 9 orang di Puskesmas Kesamben, 3 orang di RS Sakinah dan 1 orang di RSUD Basoeni, Mojokerto. Informasi tersebut didapat dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang.

"Kondisinya saat ini sudah mulai membaik. Untuk yang 35 orang rawat jalan di rumah masing-masing," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jombang, Haryo Purwono, dilansir dari Suara.com Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga: Makin Merebak, 1.076 Sapi di Mojokerto Terinfeksi PMK, 14 Ekor Diantaranya Mati

Haryo menuturkan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, warga yang diduga mengalami keracunan ini usai mengkonsumsi hidangan berupa olahan mie, tahu dan Bali telur. Olahan itu dikonsumsi usai menghadiri acara tahlilan rutin ibu-ibu rukun tetangga (RT) di dusun tersebut, Rabu (11/5) petang.

Namun warga baru mengalami mual dan muntah, yang menjadi salah satu gejala keracunan pada Kamis (12/5) pagi, itupun hanya satu orang. Sementara puluhan warga lainnya baru merasakan gejala serupa pada Jumat (13/4) malam sekira pukul 20.00 WIB.

"Kesimpulan sementara ini karena kejadian dari awal makan sampai ada gejala agak panjang, maka kemungkinan adalah bakteria. Sementara (penyebab) adalah bakteri salmonella, tapi itu masih dugaan," paparnya.

Baca Juga: Bocoran iPhone 14 Dikabarkan Rilis Tahun 2022, Simak Spesifikasi Lengkapnya!

Namun untuk memastikan hal itu, Dinkes Jombang masih akan mendalami peristiwa ini. Hanya saja lanjut Haryo, ia kesulitan untuk mendapatkan sisa makanan berupa olahan mie, tahu dan bali telur yang diduga menjadi penyebab keracunan massal ini.

"Masalahnya yang ada cuma sampel dari telur itu dan masih mentah kemudian ada muntahan, mudah-mudahan bisa kita periksa. Kalau (muntahan) belum ada obatnya ada antibiotiknya bakteri apa mungkin masih bisa kita cari," tutur Haryo.

Halaman:

Editor: Nurul Hidayah

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X