Temukan Hewan Ternak Positif PMK, Pemkot Surabaya Lockdown Wilayah di Dua Kecamatan

- Kamis, 19 Mei 2022 | 02:58 WIB
Pemkot Surabaya terus berusaha mengantisipasi penyebaran virus PMK di wilayahnya. (ayosurabaya.com/dok. Pemkot Surabaya)
Pemkot Surabaya terus berusaha mengantisipasi penyebaran virus PMK di wilayahnya. (ayosurabaya.com/dok. Pemkot Surabaya)

JAMBANGAN,AYOSURABAYA.COM– Dua Kecamatan di Kota Surabaya terpaksa dilockdown setelah adanya temuan hewan ternak yang terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sehingga selama diberlakukan lockdown wilayah otomatis di dua kecamatan tersebut tidak akan ada lalu lintas hewan ternak, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, kebijakan lockdown wilayah yang diberlakukan di Kecamatan Lakarsantri dan Sambikerep memang harus dilakukan jika menemukan adanya hewan ternak yang dinyatakan suspect atau positif PMK. Sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut agar tidak meluas ke daerah lain. 

“Ketika sudah ada wilayah yang dinyatakan suspect (positif PMK), maka yang harus dilakukan adalah penguatan monitoring lalu lintas ternak sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian RI No 403/ KPTS/ PK.300/ M/05/2022. Artinya, akan dilakukan lockdown lalu lintas hewan ternak di tingkat wilayah kelurahan dan kecamatan,” ujarnya. 

Baca Juga: Masih Tersisa! Tiket Laga Persebaya Surabaya vs Persis Solo Kategori Super Fans, Ini Cara Pesan dan Harganya

Selain memberlakukan lockdown wilayah, pihaknya juga  akan menerjunkan Satgas PMK dan berkoordinasi dengan masing-masing lurah dan camat serta perguruan tinggi di Surabaya. 

"Jadi bukan hanya DKPP saja yang bergerak, tetapi kami juga perlu support dengan camat dan lurah untuk mengawasi arus keluar masuk ternak di wilayahnya. Kami juga berkoordinasi dengan perguruan tinggi yang memiliki bidang kedokteran hewan," kata Antiek.

Sedangkan untuk upaya pencegahan, pihaknya pun terus menggencarkan sosialisasi perihal PMK kepada semua lapisan masyarakat. Tidak hanya di tingkat kelurahan dan kecamatan saja, namun juga hingga ke masjid-masjid, memberikan penjelasan langsung kepada jagal hingga peternak hewan. 

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Pemkot Surabaya Bakal Gelar Kembali Festival Rujak Uleg

“Sosialisasi itu nantinya dilakukan setiap hari oleh DKPP Surabaya dengan menerjunkan delapan regu ke peternak. Dimana mereka nanti akan turun melakukan identifikasi, memberikan vitamin untuk hewan ternak yang sehat dan memberikan obat ke hewan ternak yang sakit,” ujarnya. 

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Sumber: Pemkot Surabaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X