Diduga Depresi, Seorang Kakek di Mojokerto Ditemukan Tewas Gantung Diri

- Jumat, 27 Mei 2022 | 13:34 WIB
Identifikasi penemuan jenazah kakek 74 tahun yang gantung diri di Mojokerto. (beritajatim.com)
Identifikasi penemuan jenazah kakek 74 tahun yang gantung diri di Mojokerto. (beritajatim.com)

AYOSURABAYA.COM-- Seorang kakek berinisial S (74) ditemukan gantung diri di dalam rumahnya di Dusun Swideng, Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Kamis (26/5/2022).

Korban diduga depresi sehingga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Penemuan jasad kakek berusia 74 tahun itu ditemukan pada pukul 23.00 WIB.

Informasi tersebut didapatkan dari Kapolsek Trowulan, Kompol Imam Mahmudi.

“Korban meninggal dunia dengan cara gantung diri dengan menggunakan tali tampar. Korban pertama kali ditemukan istrinya,” ujarnya dilansir dari beritajatim.com, Jum’at (27/5/2022).

Baca Juga: Final Liga Champions Real Madrid vs Liverpool, Garry Neville Sebut Lini Tengah The Reds Kalah Kelas

Awalnya, korban tidur bersama istrinya di kamar. Saat sang istri bangun, korban sudah tidak berada di dalam kamar. Kemudian istrinya mencari hingga ruangan belakang atau gudang rumah. Korban ditemukan mengantung dan sudah tak bernyawa dengan leher terkait di gudang rumah.

“Melihat suaminya tergantung dengan kondisi meninggal, istrinya seketika itu segara meminta tolong ke tetangga. Dua orang tetangganya datang ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di kamar belakang atau gudang,” ujarnya.

Mendapat laporan tersebut, pihaknya bersama Tim Inavis Satreskrim Polres Mojokerto langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Tim Inavis melakukan olah TKP dan pengecekan fisik atau visum luar terhadap jenazah korban bersama pihak puskesmas setempat.

Baca Juga: Jenazah Buya Prof Dr KH Ahmad Syafii Maarif Akan Dimakamkan di Kulon Progo

“Saat ditemukan korban memakai kaos warna hitam dan celana pendek warna abu-abu. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban depresi, berdasarkan keterangan keluarga korban, korban menderita penyakit badan panas sudah lama, sekitar 1 sampai 2 tahunan,” paparnya.

Halaman:

Editor: Nurul Hidayah

Sumber: beritajatim.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X