Dalami Penyelidikan Sembari Tunggu Hasil Autopsi, Polresta Mojokerto Periksa Sejumlah Saksi

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 14:18 WIB
Ilustrasi tindakan kekerasan (Pexels/NEOSiAM 2021) (Photo by NEOSiAM 2021 from Pexels)
Ilustrasi tindakan kekerasan (Pexels/NEOSiAM 2021) (Photo by NEOSiAM 2021 from Pexels)

MOJOKERTO, AYOSURABAYA.COM– Polresta Mojokerto terus berupaya menyelidiki kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menewaskan Sulamsih (43), warga Dusun/Desa Ngabar, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. 

Sembari menunggu hasil autopsi yang dilakukan tim dokter RS Bhayangkara, Surabaya, pihaknya meminta keterangan sejumlah pihak. Khususnya dari pihak keluarga korban, termasuk anak-anak maupun saudara-saudaranya.

"Sejauh ini saksi masih dari pihak keluarga baik itu anaknya, maupun saudaranya. Penyidik pastinya melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) baik itu di rumah korban, maupun di tempat lain yang diduga terjadinya KDRT itu tentunya pasti dilakukan, tapi lokusnya dimana-dimana belum bisa kita sampaikan," ujar Kasat Reskrim Polresta Mojokerto AKP Rizki Santoso sebagaimana dilansir dari Suarajatim.id

Baca Juga: Daftar Harga Pokok Kota Surabaya Sabtu 25 Juni 2022: Cabai Rawit Beranjak Turun, Daging Merangkak Naik

Terkait hasil autopsi, Rizki mengatakan kemungkinan hasilnya baru akan keluar satu bulan ke depan. 

“Kemarin autopsi sudah kita laksanakan, dan kami masih menunggu hasilnya. Karena masih diteliti apakah ada tanda-tanda, kira-kira paling cepat hasilnya 1 bulan bisa keluar," kata Rizki

Iapun mengaku belum menaikkan status kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan karena tak ingin gegabah sebelum bukti dan keterangan cukup.  Sehingga saat ini yang menjadi fokus adalah menggali keterangan dari berbagai pihak yang mengetahui peristiwa dugaan KDRT itu. 

Sementara itu, dari keterangan yang didapatkan sejumlah pihak diketahui Sulamsih dan Sabiat merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang belum lama menikah. Usia bahtera rumah tangga keduanya baru berjalan enam bulan. Selain itu, dugaan KDRT itu dilakukan sudah beberapa bulan silam, berjarak sekitar dua bulan dengan kematian Sulamsih.

"Nah akibat meninggal dunia ini apakah benar dari sentuhan dari KDRT tersebut ataukah penyakit bawaan lainnya," kata Rizki.

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Sumber: Suarajatim.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X