6 Puisi Tema Kemerdekaan Indonesia, Cocok untuk Lomba Baca Puisi HUT RI ke 77 Tanggal 17 Agustus 2022

- Senin, 15 Agustus 2022 | 17:00 WIB
Simak 6 puisi tema Kemerdekaan Indonesia yang cocok untuk lomba baca puisi pada HUT RI ke 77 tanggal 17 Agustus 2022. Freepik/nikitabuida
Simak 6 puisi tema Kemerdekaan Indonesia yang cocok untuk lomba baca puisi pada HUT RI ke 77 tanggal 17 Agustus 2022. Freepik/nikitabuida

AYOSURABAYA.COM Terdapat enam puisi tema Kemerdekaan Indonesia yang cocok untuk lomba baca puisi pada HUT RI ke 77 tanggal 17 Agustus 2022.

Adanya enam puisi tema Kemerdekaan Indonesia yang cocok untuk lomba baca puisi pada HUT RI ke 77 tanggal 17 Agustus 2022 besok.

Enam puisi tema Kemerdekaan Indonesia ini cocok dibacakan saat lomba baca puisi pada HUT RI ke 77 tanggal 17 Agustus 2022. Anda juga bisa membagikannya ke media sosial.

Dikutip AYOSURABAYA.COM dari situs Tokopedia, inilah enam puisi tema Kemerdekaan Indonesia yang cocok untuk lomba baca puisi pada HUT RI ke 77 tanggal 17 Agustus 2022.

Baca Juga: SERU! 100+ Ide Lomba 17 Agustus 2022 Sambut Hari Kemerdekaan HUT RI ke-77 untuk Semua Kalangan

1. Menatap Merah Putih – Sapardi Djoko Damono

Menatap merah putih
Melambai dan menari-nari di angkasa
Kibarannya telah banyak menelan korban
nyawa dan harta benda
Berkibarnya merah putih
Yang menjulang tinggi di angkasa
Selalu teriring senandung lagu Indonesia Raya
Dan tetesan air mata
Dulu, ketika masa perjuangan pergerakan kemerdekaan
Untuk mengibarkan merah putih harus diawali dengan pertumpahan darah
Pejuang yang tak pernah merasa lelah
untuk berteriak : Merdeka!
Menatap merah putih
Adalah perlawanan melawan angkara murka
Membinasakan penindas dari negeri tercinta Indonesia
Menatap merah putih
Adalah bergolaknya darah demi membela kebenaran dan azasi manusia
Menumpas segala penjajahan di atas bumi pertiwi
Menatap merah putih
Adalah kebebasan yang musti dijaga dan dibela
Kibarannya di angkasa raya
Berkibarlah terus merah putihku dalam kemenangan dan kedamaian

2. Kita Adalah Pemilik Sah Negeri Ini – Taufik Ismail

Tidak ada pilihan lain
Kita harus berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur
Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
"Duli Tuanku?"
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya, inikah yang namanya merdeka
Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain
Kita harus berjalan terus

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Penyakit Musim Hujan, Antisipasi Sejak Dini!

Minggu, 25 September 2022 | 12:30 WIB
X