Refrensi Teks Pidato Terlengkap dan Terbaru 17 Agustus tentang Kemerdekaan RI

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 05:38 WIB
Kemerdekaan Semakin dekat, inilah Teks Pidato terlengkap dan terbaru (Pinterest)
Kemerdekaan Semakin dekat, inilah Teks Pidato terlengkap dan terbaru (Pinterest)

Refrensi Teks Pidato Terlengkap dan Terbaru tentang Kemerdekaan RI akan dibagikan dalam artikel ini. Simak informasinya baik-baik.

AYOSURABAYA.COM -- Dirgahayu Indonesia yang ke-77 tinggal hitungan hari. biasanya akan ada banyak kegiatan yang diadakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan di berbagai daerah.

Perayaan Dirgahayu Indonesia biasanya dimulai dengan upacara bendera merah putih dan kemudian dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan perlombaan untuk memeriahkan momen ini.

Nah, sebelum serangkaian kegiatan perayaan tersebut dimulai, biasanya acara akan di buka dengan sambutan sambutan dan pidato oleh pejabat atau ketua pelaksanaan pada acara tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, Ayosurabaya.com menyajikan 2 Refrensi contoh teks pidato kemerdekaan yang bisa kalian jadikan refrensi, yaitu sebagai berikut;

Baca Juga: Isu Bendahara Judi Online, Intruksi 'Berantas' dari Kapolri karena Ferdy Sambo?

Teks Pidato I tentang Kemerdekaan

Bismillahirrohmanirrohim.
Assalamu'alaikum Wr.Wb. Salam sejahtera bagi kita semua,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji serta syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas berkat rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul disini, mengikuti rangkaian kegiatan serta dapat mendengarkan pidato dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 77 dengan keadaan sehat walafiat aamiin aamiin aamiin ya rabbal alamin.

Para hadirin sekalian, hari ini merupakan momen yang sangat penting bagi kita semuanya bangsa Indonesia, karena  Indonesia berhasil merdeka berkat jasa para pahlawan yang tidak gentar melawan penjajah bumi pertiwi tercinta ini.

Oleh karena itu, patutlah kita berterima kasih, mengenang, serta mendoakan para pahlawan pada momentum HUT RI ke-77 ini.

Kita tidak boleh melupakan sejarah bangsa Indonesia dan jasa para pahlawan.

Seperti pesan yang disampaikan oleh Presiden Soekarno yaitu “Jas Merah : Jangan sekali-kali melupakan sejarah”, yang artinya dalam keadan apapun kita harus selalu mengingat sejarah bagaimana kemerdekaan ini bisa kita nikmati.

Para hadirin sekalian yang saya hormati, jika kita mengenang perjuangan para pahlawan muda disaat merebut kemerdekaan bangsa ini, maka sudah jelas terlintas di benak kita, bahwa semangat persatuan mereka bagaikan api yang membara begitu hebatnya menyatu pada jiwa dan raga.

Kita harus menanamkan dan meneladani sikap nasionalisme serta patriotisme dari pahlawan kemerdekaan saat itu, dengan cara melestarikan kekayaan Indonesia agar tidak tenggelam dalam perkembangan zaman yang semakin canggih saat ini.

Terutama untuk para pemuda dan pemudi yang menjadi penerus bangsa Indonesia, harus mampu mempertahankan dasar negara agar dapat mensejahterakan masyarakat bangsa dan menjaga keutuhannya sebagai bukti kebaktian kepada pertiwi.

Para hadirin sekalian, perlu diingat bahwa Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan negara kita yang akan selalu menjadi panutan generasi penerus bangsa.

Baiklah, mungkin cukup sekian pidato Kemerdekaan Dirgahayu Indonesia ke-77 yang bisa saya sampaikan, jika ada salah kata atau tingkah laku, saya mohon maaf.

Semoga semangat kita dalam memperjuangkan bangsa Indonesia akan selalu diberikan berkah dan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Merdeka!
Merdeka!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh.

Baca Juga: Pemerintah Tergetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3 Persen, Jokowi Sebut Pemulihan Ekonomi Menguat

Teks Pidato II tentang Kemerdekaan

Assalamualaikum wr, wb.

Hadirin yang saya hormati,

Pertama tama, marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. karena berkat karunia dan limpahan rahmat-Nya kita semua bisa kembali berkumpul untuk memperingati Hari Ulang Tahun Ke-77 Republik Indonesia pada hari ini.

Hadirin yang saya hormati,

Hari ini, tepat 77 tahun yang lalu, Indonesia menyatakan diri sebagai sebuah negara merdeka. Merdeka dari segala penjajahan fisik dan mental kolonialisme yang telah beratus tahun diderita bangsa ini.

Perjuangan meraih kemerdekaan sangat berat dan harus bertaruh jiwa dan raga, bahkan tidak sedikit pahlawan yang gugur ketika berusaha memperjuangkan kemerdekaan.

Para pahlawan yang telah berjuang dengan penuh semangat nasionalismen, telah rela berkorban nyawa demi tegaknya bumi pertiwi ini kala itu.

Mulai dari senjata sederhana yang mereka gunakan, seperti bambu runcing sampai senjata modern, mereka dengan gagah perkasa melawan kejamnya penjajah.

Hadirin yang saya hormati,

Apakah setelah pidato kemerdekaan di 77 tahun lalu, kita sudah sepenuhnya merdeka?

Secara fisik, kita memang sudah merdeka dan diakui sebagai sebuah negara yang berdaulat.

Namun, ada hal lain yang wajib kita pahami terkait penjajahan diera digital sekarang ini lebih mengarah kepada kesehatan mental.

Hal itu karena gobalisasi membuat segala hal cepat berubah tanpa disangka- sangka, Hal ini mengancam kedaulatan negara.

Terancamnya Kedaulatan negara saat ini  bukan dengan perang senjata, tetapi oleh perang ide, gagasan, dan produk dari isi kepala masing-masing manusis.

Seperti contoh, beberapa waktu lalu kita sudah melaksanakan pesta demokrasi pemilu langsung.

Namun, pemilu seolah menjadi perang antarkubu pendukung pasangan calon.

Berita hoax, hujatan, dan kebencian merajalela di media sosial sehingga merusakan tatanan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pertemanan yang tadinya damai, kini menjadi hancur hanya karena berbeda pilihan. Kebencian mendalam seolah menjadi senjata andalan dalam rangka merusak negara ini dari dalam.

Hadirin yang saya hormati,

Dulu Soekarno pernah berpesan, “Perjuangan kami lebih mudah karena hanya mengusir penjajah, tapi perjuangan kamu lebih sulit karena akan melawan bangsa sendiri”.

Dan betul saja, hal itu kini terbukti dan benar adanya. Kini, bibit perpecahan terlihat dari berbagai sudut kehidupan terlebih media sosial yang tidak terkendali.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa kita sebagai bangsa Indonesia telah terbukti tidak akan melampaui batas dalam hal perpecahan.

Kita harus membuktikan bahwa perbedaan tidak akan menghancurkan bangsa kita, justru akan menguatkan kita untuk selalu maju bersama - sama.

Hadirin yang saya hormati,

Mari kita lupakan dan kubur sedalam-dalamnya kebencian yang masih tersisa dari diri kita.

Saatnya kita kembali merajut asa untuk  membangun negeri ini dengan karya-karya terbaik dari bangsanya

Dengan karya-karya terbaik tersebut, negara ini akan tetap tegak berdiri dan disegani di dunia.

Mari kita jalin kembali tali persaudaraan yang putus karena perbedaan pilihan.

Bangsa ini akan melemah jika tidak ada kesatuan yang kukuh.

Pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-77 Republik Indonesia ini mari kita curahkan hati dan pikiran kita dengan niat untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

Demikianlah pidato singkat pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-77 Republik Indonesia yang bisa saya sampaikan, kurang dan lebihnya saya mohon maaf.

Semoga NKRI tetap tegak, jaya, maju, dan abadi sampai dunia ini berakhir.

Wassalamualaikum wr, wb.

Baca Juga: Ramalan Tarot 17 Agustus 2022 : Libra, Scorpio dan Sagitarius Banyak Kegembiraan Hari Ini

Itulah Refrensi teks Pidato Kemerdekaan yang Ayosurabaya.com himpun dari beberapa sumber, semoga Artikel ini membantu kalian yang akan menyampaikan pidato di Perayaan HUT RI Ke-77 dihari yang akan datang.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal SIM Keliling Surabaya Selasa 4 Oktober 2022

Selasa, 4 Oktober 2022 | 05:09 WIB

Jadwal SIM Keliling Surabaya Senin 3 Oktober 2022

Senin, 3 Oktober 2022 | 05:32 WIB
X