Komentar Menohok Jokowi pada Listyo Sigit Prabowo, Sudah Geram dengan Kepolisian?

- Sabtu, 15 Oktober 2022 | 12:49 WIB
Komentar Menohok Jokowi pada Listyo Sigit Prabowo, Sudah Geram dengan Kepolisian?
Komentar Menohok Jokowi pada Listyo Sigit Prabowo, Sudah Geram dengan Kepolisian?

AYOSURABAYA.COM -- Presiden Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi berikan komentar 'menohok' pada Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Hal itu diungkapkan Jokowi dalam arahan kepolisian baik itu pada Kapolri, Kapolda hingga Kapolres seluruh Indonesia.

Adapun arahan ini telah diselenggarakan di Istana Negara pada Jumat (14/10/2022) kemarin.

Salah satu poin penting yang dibahas Jokowi yakni mengenai visi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Jokowi meminta Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk mengubah visi Polri menjadi lebih sederhana dan tidak menjelimet.

Menurutnya, dengan menyederhanakan visi ini dimaksudkan agar seluruh anggota Polri mampu memahaminya dan benar-benar menerapkan.

"Visi Presisi Pak Kapolri, saya minta jangan menjelimet. Tolong disederhanakan, sehingga di bawah itu mengerti apa yang harus dijalankan," kata Presiden Jokowi di Istana Negara, Jumat (14/10/2022).

Sebagai informasi, berdasarkan KBBI, menjelimet dapat diartikan sebagai urusan yang ruwet atau rumit.

Baca Juga: Bacakan Arahan Jokowi, Tangan Kapolri Listyo Sigit Gemetar

Adapun Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengubah visi Polri menjadi presisi, tepatnya sejak Januari 2021. Presisi merupakan akronim dari prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.

Sedangkan sebelum mengusung visi Presisi, Polri mengusung jargon Promoter yang merupakan akronim dari profesional, modern dan terpercaya.

Presiden Jokowi pun ingin Listyo sebagai pemimpin tertinggi di Mabes Polri dapat menyederhanakan visi itu, agar mudah dipahami penerapannya oleh seluruh personel kepolisian di lapangan.

Jokowi menekankan jajaran Polri agar mengingat tugas pokok dan fungsinya sebagai pelindung, pengayom, sebagai pelayan masyarakat.

"Apa sih yang harus disederhanakan, itu yang Polri selalu sampaikan sebagai pelindung, pengayom, sebagai pelayan masyarakat. Intinya ke sana, presisinya jelaskan secara sederhana, sehingga gampang ditangkap oleh anggota di bawah itu,” perintah Jokowi.

Baca Juga: Teddy Minahasa Batal Jadi Kapolda Jatim, Toni Harmanto Penggantinya, Siapa Dia?

Jokowi juga mengingatkan agar visi Kapolri harus mampu diterjemahkan dengan baik oleh para kepala satuan kerja di wilayah masing-masing.

Para pimpinan kepolisian di wilayah, kata Jokowi, jangan gamang dalam menjalankan kebijakan organisasi dan menerapkan standar prosedur operasional.

"Saya kira yang berkaitan dengan kebijakan organisasi jangan terkesan kita itu gamang, sebagai pemimpin di wilayah jangan gamang apalagi cari selamat, yakin sesuai dengan prosedur, yakin sesuai SOP, yakin sesuai dengan undang-undang maka lakukan," kata Jokowi lagi.

Presiden Jokowi pada Jumat (14/10/2022) memanggil 559 prajurit kepolisian yang merupakan pejabat utama Mabes Polri, kapolda, dan kapolres di seluruh Indonesia.

Pemanggilan para perwira tinggi dan menengah kepolisian ke Istana Negara dilakukan setelah dalam belakangan ini muncul sejumlah kasus yang mengindikasikan dugaan pelanggaran dan tidak profesionalnya kepolisian.

Sejumlah kasus tersebut dinilai telah menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Di antaranya kasus pembunuhan Brigadir J yang didalangi Kepala Divisi Propam Polri saat itu Irjen Pol Ferdy Sambo, dan tragedi pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang berujung insiden memilukan dengan 132 korban jiwa.

Kepolisian telah menetapkan enam tersangka dalam kasus tragedi Kanjuruhan, yang tiga di antaranya adalah personel kepolisian.***

Editor: Efrilia Aminati

Sumber: Suara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X