Pemkot Surabaya Getol Menguatkan UMKM, Efeknya Sebanyak 2 Persen Angka Pengangguran Berhasil Ditekan

- Sabtu, 19 November 2022 | 06:33 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (ayosurabaya.com/dok. Pemkot Surabaya)
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (ayosurabaya.com/dok. Pemkot Surabaya)

AYOSURABAYA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sedang getol-getolnya menguatkan UMKM di Kota Pahlawan.

Penguatan UMKM tersebut dilakukan untuk memulihkan perekonomian, serta mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di kota Surabaya usai pandemi Covid-19.

Pemkot Surabaya juga melakukan pemulihan ekonomi di sektor wisata dan menambah program padat karya.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Jagokan Enam Timnas Ini di Piala Dunia 2022 Qatar, Apa Saja?

“Alhamdulillah angka pengangguran di Kota Surabaya benar-benar turun sekitar 2 persen,” kata Wali Kota Eri Cahyadi pada Jumat (18/11/2022).

Menurutnya, penurunan angka pengangguran itu berdasarkan laporan BPS Kota Surabaya pada triwulan 2 tahun 2022. Dalam laporan BPS itu, menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2022 menurun 2 persen, tepatnya di angka 7,62 persen.

Sebelumnya, angka pengangguran terbuka itu naik drastis pada tahun 2019 di angka 5,76 persen. Kemudian, pada saat pandemi Covid-19 tahun 2020 meningkat menjadi 9,79 persen. Selanjutnya, pada tahun 2021 angka TPT itu menjadi 9,68 persen, dan akhirnya pada 2022 di triwulan II turun menjadi 7,62 persen.

“Ini berarti APBD yang kita tetapkan dengan DPRD Surabaya berhasil, terbukti dengan adanya penurunan angka pengangguran ini,” katanya.

Baca Juga: Viral di Twitter, Video Siswa SMP di Bandung Menjadi Korban Bullying Tapi Pihak Sekolah Tidak Bertindak Apapun

Padahal, APBD Surabaya tahun 2022 ini yang digunakan untuk penguatan UMKM dan padat karya hanya sekitar Rp 100 miliar dan terbukti dampaknya sangat luar biasa.

Halaman:

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X