Eri Cahyadi Marah Temukan Oknum ASN Surabaya Pungli, Begini Reaksi Anggota Komisi D DPRD

- Jumat, 3 Februari 2023 | 16:03 WIB
Eri Cahyadi marah ketika menemukan laporan terkait oknum ASN yang melakukan praktik pungli. Hal ini mengundang reaksi Komisi D DPRD Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Eri Cahyadi marah ketika menemukan laporan terkait oknum ASN yang melakukan praktik pungli. Hal ini mengundang reaksi Komisi D DPRD Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

AYOSURABAYA.COM - Eri Cahyadi marah dan geram ketika menemukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Surabaya dan oknum Outsourching melakukan praktik pungutan liar (pungli).

Kegeraman dan ngamuk-nya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi itu belakangan disorot publik saat ia melakukan apel pagi pada Senin, 30 Januari 2023 lalu.

Lantaran kasus pungli yang dilakukan oleh oknum ASN itu membuat Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto ikut angkat bicara.

Baca Juga: Jadi Saksi Kasus Pencucian Uang, Dito Mahendra Diminta Kooperatif dan Penuhi Panggilan Penyidik KPK

Menurut Herlina, kasus pungli yang melibatkan oknum ASN dan setelah dibongkar Eri Cahyadi tersebut, sebetulnya telah berlangsung cukup lama di lingkungan Pemkot.

"Jadi sebenarnya kasus pungli terhadap tenaga kontrak itu bukan baru pertama ini didengar," ujar Herlina, seperti dikutip AyoSurabaya.com dari jejaring media Suara.com pada Jumat, 3 Februari 2023.

Ia pun merasa bersyurkur, terkait bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh Eri Cahyadi untuk menjerat oknum ASN tersebut.

"Bersyukur, bahwa kemudian Pak Wali menemukan bukti konkret terkait dengan pungutan liar terhadap masuk-masuknya tenaga outsourcing itu," tambahnya.

Baca Juga: Kemarin Soal Pungli, Surabaya Kini Diterpa Isu Penculikan Anak, Eri Cahyadi Buka Suara

Lebih lanjut, Herlina mulai membeberkan terkait munculnya praktik pungli pada penerimaan tenaga kontrak di lingkungan Pemkot Surabaya.

Menurut pengakuannya, penerimaan tenaga kerja kontrak sebetulnya untuk menutup kebutuhan Pemkot Surabaya, yang nantinya untuk membantu tugas ASN.

Namun karena adanya kebutuhan tersebut, hal itu kemudian dimanfaatkan dengan tujuan lain oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Yang direkrut pun itu adalah tenaga yang harus dari Surabaya yang kondisi ekonominya juga membutuhkan pekerjaan, artinya kalau boleh dikatakan warga yang butuh pemberdayaan," jelasnya.

DPRD Kota Surabaya berharap, hal semacam ini tak muncul lagi di kalangan Pemkot Surabaya.

Halaman:

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X