Peristiwa Kelam di Bulan September: Sejarah Singkat Rangkaian Tragedi 'September Hitam' 

- Selasa, 6 September 2022 | 16:27 WIB
Berikut adalah deretan sejarah singkat peristiwa September Hitam, seperti peristiwa G30S PKI,  (tangkapan layar youtube)
Berikut adalah deretan sejarah singkat peristiwa September Hitam, seperti peristiwa G30S PKI, (tangkapan layar youtube)

AYOSURABAYA.COM - Sepertinya bulan September dari tahun ke tahun selalu memiliki kisah kelam yang meninggalkan sejarah penting bagi bangsa Indonesia. 

Dimulai dari bulan September tahun 1965- 1966 yaitu tragedi pembantaian G30S PKI, tragedi Tanjung Priok pada tahun 1984, tragedi Semanggi II pada tahun1999, Pembunuhan Munir 2004, dan kasus wafatnya Salim Kancil pada 2015.
 
Kemudian, terbaru di tahun 2019 terkait brutalitas aparat dalam aksi Reformasi Dikorupsi, itulah deretan peristiwa terjadi pada bulan September.
 
 
Karena banyaknya peristiwa tragedi memilukan yang terjadi di bulan September tersebut kemudian oleh KontraS disebut sebagai September Hitam.
 
Berikut adalah deretan sejarah singkat peristiwa September Hitam yang berhasil ayosurabaya.com rangkum dari berbagai sumber terkait peristiwa kelam yang masuk dalam daftar September Hitam:
 
1. Tragedi Pembantaian G30S PKI (1965-1966) 
Tragedi mengerikan yang meninggalkan 7 Jenazah dilubang buaya ini menjadi salah satu sejarah penting bagi bangsa Indonesia. 
 
 
Tragedi Pembantaian pada 30 September 1965 ini dipelopori oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menginginkan Indonesia menjadi Negara Komunis pada saat itu. 
 
Tragedi pembantaian ini dikenal sebagai G30S PKI dan meninggalkan kepiluan yang mendalam bagi keluarga korban dan juga masyarakat Indonesia. 
 
Tidak aja membunuh dan menganiaya secara brutal, bahkan keadilan bagi para korban pun sampai saat ini masih tidak dapat ditegakkan. 
 
 
Para korban beserta keluarga peristiwa pembataian 1965 dan 1996  berjuang sendiri untuk lekas pulih dan bangkit, sementara mereka yang diduga bertanggung jawab atas peristiwa ini justru bebas dari segala bentuk tuntutan dan juga hukuman.
 
Setelah upaya kudeta pada 30 September 1965 yang dipimpin oleh militer Indonesia gagal, akhirnya Mayor Jenderal Suharto melancarkan serangan sistematis terhadap tersangka komunis dan kelompok lainnya.
 
Setelah kejaksaan Agung di desak untuk menindaklanjuti laporan Komnas HAM pada 2012 terkait dengan temuan bukti kejahatan, hingga saat ini pun belum ada tindak lanjut yang signifkan.
 
2. Tragedi Tanjung Priok ( 1984 )
Tragedi ini bermula ketika seorang tentara memasuki Masjid As-Sa'adah di Tanjung Priok tanpa melepas sepatunya.
 
Tujuan tentara ini memasuki sebuah masjid adalah untuk melepas dan menghapus brosur dan spanduk yang berisi kritikan pada pemerintah pada saat itu. 
 
Rupanya, aksi tentara ini menyinggung warga setempat, akibatnya bentrokan antara warga dan aparat pun terjadi, dan empat orang warga ditahan oleh aparat. 
 
Bukannya membaik, penahanan empat orang warga ini justru makin menimbulkan bentrok, lantaran warga setempat mendesak aparat untuk pembebasan untuk empat orang warga yang tengah ditahan, bentrok kali ini pun mengakibatkan puluhan orang tewas. 
 
Dalam tragedi ini, pengadilan HAM tingkat 1 telah memutus bersalah pelaku pelanggaran HAM, Namun rupanya para pelaku mengajukan banding dan putuskan bebas oleh pengadilan. 
 
3. Tragedi Semanggi II ( 1999) 
Tragedi Semanggi II ini bermula ketika aksi mahasiswa menolak RUU Penanggulangan Keadaan  Bahaya (PKB) dan mendesak pemerintah untuk mencabut Dwi fungsi ABRI pada saat itu. 
 
ABRI pun melakukan pertahanan akibat dari aksi mahasiswa ini, namun naas nya peristiwa ini menewaskan 11 orang, dan sebanyak 217 orang luka-luka. 
 
4. Pembunuhan Munir (2004) 
Munir merupakan salah satu aktivis pembela HAM pada saat itu. 
 
Munir tewas karena seseorang telah meracuninya dengan racun Arsenak dengan dosis sangat tinggi. 
 
Seseorang telah mendalangi rencana pembunuhan Munir ini, pesuruh yang meracuni Munir telah ditangkap, di vonis dan diadili, namun sayangnya otak dari pembunuhan munir sampai saat ini masih bebas dan belum diadili. 
 
5. Wafatnya Salim Kancil (2015)
Salim Kancil merupakan salah seorang Petani sekaligus aktivis lingkungan di Lumajang, Jawa Timur. 
 
Pada September 2015 lalu, Salim Kancil Dianiaya dengan sangat sadis dan kemudian dibunuh oleh sekelompok preman lantaran beliau menolak penambangan pasir ilegal di Lumajang, Jawa Timur. 
 
Sekelompok preman yang menganiaya dan membunih Salim Kancil diduga adalah orang suruhan dari kepala desa selok Awar-Awar, dan kemudian divonis 20 tahun penjara atas perbuatannya.
 
6. Reformasi Diskorupsi (2019)
September 2019 lalu, ribuan mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia menggelar aksi terkait pembahasan Omnibus Law dan kumpulan RUU bermasalah lainnya yang tak melibatkan partisipasi publik secara subtansif. 
 
Aksi ini digelar oleh ribuan mahasiswa dan masyarakat di berbagai kota di Indonesia. 
 
Aksi ini pun kemudian direpresi oleh aparat keamanan secara brutal, dan akibatnya 5 orang massa meninggal dunia. 
 
Demikian lah sejarah singkat mengenai deretan peristiwa yang masuk dalam daftar ' September Hitam ' yang dapat ayosurabaya.com sajikan.
 
Semoga rangkaian peristiwa memilukan ini selalu kita kenang sebagai pembelajaran dikehidupan yang akan mendatang.***
 

Editor: Lilisnawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belajar Crypto dengan Membaca Candlestick bagi Pemula

Jumat, 20 Januari 2023 | 14:59 WIB
X