Viral Emak-emak Siram Air Kencing dan Buang Tinja ke Tetangga Sejak 2017, Bisa Dipidana?

- Jumat, 12 Mei 2023 | 15:54 WIB
Pelaku penyiraman air kencing di Sidoarjo terekam CCTV. (Tangkap layar Instagram/@terangmedia)
Pelaku penyiraman air kencing di Sidoarjo terekam CCTV. (Tangkap layar Instagram/@terangmedia)

AYOSURABAYA.COM -- Video viral memperlihatkan emak-emak menyiram air kencing dan membuang tinja ke rumah tetangganya, beredar di media sosial.

Emak-emak tersebut bernama Masriah (56) warga Sidoarjo yang diduga dengan sengaja menyiram air kencing dan melempar tinja ke rumah tetangganya.

Aksi ini terekam kamera CCTV. Sang pemilik rumah bernama Wiwik yang geram dengan aksi Masriah, emak-emak yang menyiram air kencing dan membuang tinja ke rumahnya itu, melaporkan tindakan tak terpuji itu.

Baca Juga: Kelebihan WhatsApp GB Dibandingkan Aplikasi WA Resmi, Banyak Fitur Tambahan

Rupanya, aksi Masriah itu dilakukan sejak tahun 2017 silam. Sebelumnya, Ia dan Wiwik sempat melakukan mediasi. Namun, akhirnya Wiwik melaporkan tetangganya itu.

Lantas, apakah tindakan Masriah Bisa Dipidana?

Pihak kepolisian tengah mendalami bukti-bukti terkait kasus ini dan akan memanggil Masriah terkait tindakan tindak menyenangkan yang dilakukan terhadap Wiwik

"Rencananya kami akan meminta korban menyerahkan temuan-temuan baru," kata Kanit Reskrim Polsek Sukodono Ipda Andri Tri Sasongko, dikutip dari Suara.com.

Ancaman pasal berlapis bisa saja menjerat Masriah jika terbukti melanggar hukum dan kotoran berupa air kencing serta tinja yang dibuanya itu masuk rumah Wiwik.

"Apabila nanti ditemukan bukti bahwa kotoran tersebut masuk rumah, akan dikenai pasal berlapis," lanjut Andri.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tegaskan Para Leader ASEAN Harus Berani Tindak Tegas Pelaku Utama Perdagangan Manusia

Polsek Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur sendiri tengah mendalami unsur pidana yang bisa dikenakan terhadap Marsiah yang telah melakukan perbuatan tidak terpuji itu.

"Polisi kan tinggal mencari ada tidaknya peristiwa pidana. Kalaupun itu melanggar ketertiban umum ya Perda lah kita sidangkan tipiring (tindak pidana ringan), paling nggak kan seperti itu," tutur Kapolsek Sukodono, AKP Supriyana. 

Berdasarkan laporan Wiwik, pihak kepolisian telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk ketua RT setempat.

Masriah telah melancarkan aksinya sejak 2017. Namun, kembali diulangi meski telah dimediasi. Supriyana mengatakan, tindakan Masriah ini terkait rumah yang ditempati Wiwik.

Halaman:

Editor: Reny Diana Putri

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X