Mengenal Vabbing, Tren Mengoleskan Cairan Vagina ke Leher sebagai Ganti Parfum

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 10:40 WIB
Ilustrasi cairan vagina untuk vabbing (Pixabay)
Ilustrasi cairan vagina untuk vabbing (Pixabay)

AYOINDONESIA.COM -- Vabbing sempat menjadi tren dan viral di TikTok. Ini adalah tren wanita mengoleskan cairan vagina mereka sendiri ke leher sebagai pengganti parfum.

Vabbing atau mengoleskan cairan vagina ke leher dipercaya meningkatkan daya tarik seksual. Salah satunya untuk menggaet kaum adam.

Tayangan vabbing yang populer adalah milik Mandy Lee. Di mana dia memperlihatkan diri sedang menempelkan cairan vagina ke leher. Namun saat ini, konten terkait sudah dihapus.

Sementera itu, Seksolog Shan Boodram menyarankan vabbing dan berbagi pengalaman pribadinya. Sejak saat itu, vabbing diyakini bisa menjadi pengganti parfum yang dapat meningkatkan feromon seseorang menjadi populer.

Baca Juga: Cuaca Surabaya Hari Ini, Selasa 9 Agustus 2022 Diperkirakan Cerah

Dilansir dari Suara.com, feromon merupakan sinyal kimia yang umumnya ada pada spesies tertentu. Namun, ahli biologi Tristram Wyatt mengatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah bahwa vabbing atau aroma feromon terjadi pada manusia.

Vabbing belum terbukti secara ilmiah

Namun di sisi lain, ilmuwan belum menemukan feromon pada manusia, terutama dari cairan vagina.

"Studi dari feromon mamalia lain menunjukkan bahwa sangat mungkin manusia bisa menguarkan feromon juga, tetapi belum ada penelitian yang menemukan bukti pada manusia," kata Wyatt, dikutip dari Insider.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X