Musik dengan Semangat Indie Punya Penggemar Loyal

- Rabu, 30 Oktober 2019 | 14:57 WIB
Tren musik mirip fashion, punya siklus berputar. Di antara perputaran itu, mereka yang bermusik dengan semangat indie lebih tahan dan loyal. (ilustrasi Pixabay)***
Tren musik mirip fashion, punya siklus berputar. Di antara perputaran itu, mereka yang bermusik dengan semangat indie lebih tahan dan loyal. (ilustrasi Pixabay)***

Tak ada rumus pasti yang bisa menebak dengan tepat tren musik yang akan datang apa. Akan tetapi tak sedikit yang berpandangan, musik tak jauh beda dengan fashion. Punya siklus berulang. Apa yang pernah tren pada satu waktu, pada gilirannya akan jadi tren lagi di kemudian waktu.

Dalam skena musik rock Indonesia, era 1970-an adalah masa terang setelah musik keras itu masuk ke Indonesia. Entah kebetulan atau faktor lain, musik rock kian berkembang dan lebih berwarna pada 1990-an.

Hard rock dan progresif merajai panggung musik gahar 1970, kemudian 20 tahun kemudian satu gerbong berisi musik keras jenis punk, grunge, hardcore, dan lainnya lantang bersuara pada 1990-an.

Konsep do it yourself (DIY) atau berproduksi mandiri alias indie (independent) menjadi salah satu repertoar yang disisipkan beberapa musisi rock di era 1990-an. Alasannya mungkin musik keras jenis itu belum masuk radar perusahaan rekaman di sini, bisa juga karena musik yang terlalu cadas, tapi yang pasti pasarnya tidak sesuai dengan bidikan sang raksasa rekaman atau mayor label.

Namun pasar selalu memberikan tanda-tanda yang bisa ditangkap perusahaan rekaman. Pada 1990-an musik rock alternatif menjadi warna baru dalam industri rekaman Indonesia. Musik rock bawah tanah punya jalurnya sendiri. Mereka memproduksi sendiri, memanfaatkan basis penggemar loyal, kemampuan produksi mandiri secara kolektif, dan sistem distribusi langsung kepada penggemar atau tongkrongan secara efisien.

AYO BACA: Di Mana Spot Terindah di Raja Ampat?

AYO BACA: Olahraga yang Baik dan Tak Baik Bagi Kesehatan

Indie bukan sekadar musik. Di dalamnya ada simpul-simpul produksi padat karya untuk memproduksi ragam produk fashion, panggung hingga majalah komunitas. Pokoknya urusan musik dan segala produk penunjangnya selesai oleh tangan mereka sendiri.

”Era indie, komunitas sangat mendukung. Band dibesarkan bukan oleh label. Tapi oleh komunitasnya sendiri,” kata Eddi Brokoli, musisi yang populer bersama Harapan Jaya di era 1990-an, kepada Kantor Berita Antara.

Halaman:

Editor: Rahim Asyik

Tags

Terkini

Ramalan Zodiak Kesehatan Sabtu 6 Agustus 2022

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 10:00 WIB
X