7 Kondisi Wanita yang Rentan Mengalami Keguguran

- Kamis, 28 Januari 2021 | 06:42 WIB
Ilustrasi - Sejumlah kondisi juga dinilai membuat seorang wanita lebih berisiko mengalami keguguran. (Anastasia Golovina dari Pixabay)
Ilustrasi - Sejumlah kondisi juga dinilai membuat seorang wanita lebih berisiko mengalami keguguran. (Anastasia Golovina dari Pixabay)

WONOKROMO, AYOSURABAYA.COM -- Ada beragam hal yang dapat membuat seorang wanita menjadi rentan mengalami keguguran, mulai dari usia saat hamil, pola hidup sehari-hari, hingga penyakit yang pernah atau sedang diderita. Meski bukanlah suatu hal yang diharapkan terjadi, namun keguguran patut diwaspadai.

Keguguran umumnya terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Kondisi ini dapat ditandai dengan perdarahan dari vagina saat hamil, disertai dengan rasa sakit pada perut bawah. Jika kamu mengalami keluhan ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan

7 kondisi wanita yagn rentan mengalami keguguran
Sebagian besar kasus keguguran terjadi begitu saja tanpa alasan tertentu. Faktanya, 1 dari 8 wanita dapat mengalami keguguran, bahkan sebelum ia sadar sedang hamil. Meski demikian, ada anggapan kuat bahwa gangguan pada kromosom adalah penyebab utama terjadinya keguguran.

Terlepas dari dugaan tersebut, sejumlah kondisi juga dinilai membuat seorang wanita lebih berisiko mengalami keguguran. Kondisi tersebut meliputi:
1. Hamil saat berusia di atas 35 tahun
Wanita yang hamil saat ia berusia di atas 35 tahun lebih berisiko mengalami keguguran ketimbang wanita hamil yang usianya lebih muda. Pada usia tersebut, risiko untuk mengandung bayi dengan kelainan kromosom atau genetik yang bisa memicu keguguran akan meningkat.

2. Mengonsumsi kafein secara berlebihan
Mengonsumsi kafein saat hamil secara berlebihan dianggap dapat meningkatkan risiko keguguran. Hal ini karena kebiasaan tersebut dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan detak jantung, serta memicu dehidrasi.

AYO BACA : Waspadai 5 Tanda Keguguran

Selain itu, kafein yang dikonsumsi secara berlebihan oleh ibu hamil juga dapat meresap masuk ke plasenta (ari-ari). Kondisi ini akan memaksa janin untuk mencerna kafein saat metabolisme tubuhnya belum berkembang sempurna.

Jadi jika kamu sedang hamil, batasilah konsumsi minuman berkafein, seperti kopi, teh, cokelat, minuman bersoda, atau minuman penambah energi. Takaran mengonsumsi kafein selama hamil adalah 200 mg per hari, atau setara dengan 2 cangkir kopi.

3. Merokok dan sering mengonsumsi minuman beralkohol
Rokok mengandung ribuan racun, seperti karbon monoksida dan nikotin. Bila zat ini terisap dan masuk ke pembuluh darah ibu hamil, janin dalam kandungannya akan ikut terpapar racun. Hal ini bisa menyebabkan janin mengalami beragam gangguan kesehatan, termasuk keguguran.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X