BPBD Salurkan 12.000 Liter Air ke 23 Kabupaten Kota di Jatim yang Mengalami Kekeringan

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 06:38 WIB
Ilustrasi -- Kekeringan. (Kavin Faza)
Ilustrasi -- Kekeringan. (Kavin Faza)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Puluhan daerah di Provinsi Jawa Timur  mengalami kekeringan. Jumlahnya mencapai 23 kabupaten atau kota.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Jatim, Budi Santosa mengatakan, pihaknya telah bersinergi dengan BPBD Ngawi untuk menyalurkan air bersih. Terutama, di Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi yang disinyalir mengalami kekeringan kritis. Di sana, kekeringan tahun 2021 telah melanda 44 desa yang tersebar di 10 kecamatan.

Baca juga
15 Link Twibbon untuk Memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2021, Mana yang Paling Keren ?

Sekitar 12.000 liter air telah dibagikan secara gratis kepada warga desa. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bantuan dari Pemprov yang diinisiasi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Budi mengamini, kekeringan di Jatim telah melanda 699 desa, 232 kecamatan, di 23 kabupaten atau kota se-Jatim. Kekeringan kritis tahun 2021 ini kian diperparah lantaran jarak rumah warga dengan sumber air sekitar 3 kilometer.

Dari jumlah itu, wilayah terbanyak yang mengalami kekeringan ada di Kabupaten Pacitan. Total, ada 115 desa yang mengalami kekeringan.

Selain itu, ada pula Kabupaten Sampang, dengan 78 desa. Kemudian Kabupaten Bangkalan, 69 desa.

Budi menyatakan, 7 kabupaten, diantaranya Kabupaten Pasuruan, Pacitan, Mojokerto, Ngawi, Pamekasan, Bangkalan, hingga Sumenep sudah mengajukan bantuan air bersih ke Pemprov Jatim untuk menangani kekeringan.

Selain droping air bersih, Pemprov Jatim hendak menelusuri sejumlah sumber mata air yang hilang dan kering. Nantinya, akan dilakukan sejumlah gerakan agar sumber air bisa difungsikan kembali.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X