BMKG Pastikan Gempa di Malang Tak Berpotensi Tsunami

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:57 WIB
Ilustrasi gempa Bumi di kawasan Indonesia. (Pixabay/psc631798 )
Ilustrasi gempa Bumi di kawasan Indonesia. (Pixabay/psc631798 )

GENTENG, AYOSURABAYA.COM - Gempa bumi mengguncang kawasan Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) pada Jumat (22/10/2021) pagi. Getaran juga dirasakan hingga ke sejumlah daerah di Jatim, mulai dari Ponorogo, Pacitan, Kediri, hingga Blitar.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, mengatakan gempa tersebut tergolong jenis tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=5,1.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,81°LS; 112,49°BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 75 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim pada kedalaman 98 km," kata Bambang dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Selatan Malang

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Bambang memastikan bila gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik alias thrust fault.

Bambang menyebutkan, guncangan gempa bumi dirasakan di daerah Blitar III-IV MMI atau pada siang hari yang dapat dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Selain itu, juga terasa di Ponorogo, Malang, Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Pacitan, Lumajang, Jember, hingga Trenggalek dengan status II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan truk berlalu.

Hingga saat ini, Bambang mengaku belum menerima laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Meski begitu, ia memastikan bahwa hasil pemodelan menunjukkan bila gempa bumi kali ini tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga: Link Download dan Makna Filosofi Logo Hari Santri 2021 yang Dirilis Kemenag

Sementara itu, Kepala Stasiun BMKG Malang, Mamuri mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia menyarankan, agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yamg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," ujarnya.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X