Epidemiolog UGM: Bahaya Penyakit DBD Saat Musim Hujan

- Minggu, 14 November 2021 | 18:34 WIB
Epidemiolog UGM: Bahaya Penyakit DBD Saat Musim Hujan. Ilustrasi hujan ( Ryoji Iwata on Unsplash)
Epidemiolog UGM: Bahaya Penyakit DBD Saat Musim Hujan. Ilustrasi hujan ( Ryoji Iwata on Unsplash)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Epidemiolog UGM dr. Citra Indriani mengatakan masyarakat Indonesia menghadapi ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang meningkat saat musim hujan. Ada potensi bahaya penyakit DBD saat musim hujan.

“Ada potensi peningkatan kasus DBD saat musim hujan. Sebab, saat musim hujan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti sehingga penularannya juga semakin tinggi,” ujarnya dikutip dari Suara.com--jaringan Ayosurabaya.com, Minggu (14/11/2021).

Potensi bahaya penyakit DBD saat musim hujan sungguh nyata. Oleh sebab itu langkah yang bisa dilakukan guna menekan kasus DBD yakni menguras, menutup, dan mengubur, diikuti dengan langkah lainnya seperti menggunakan lotion anti nyamuk dan menggunakan kelambu guna menghindari gigitan nyamuk Aedes Aegypty.

Baca Juga: Bahaya Menyalakan Data Internet saat Hujan Petir, Ini Penjelasan Ahli

Citra menyebutkan, leptospirosis juga menjadi penyakit yang banyak timbul saat musim penghujan, terutama di daerah yang banyak terdapat genangan air atau kondisi banjir. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir perlu mewaspadai penyakit akibat bakteri leptospira yang disebarkan melalui air kencing tikus ini.

"Bakteri leptosira dapat menginfeksi manusia lewat kulit, khususnya jika ada luka. Upayakan selalu menggunakan alas kaki agar terhindar dari leptospirosis,” ungkapnya.

Masyarakat pun diimbau untuk selalu menjaga lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus. Lalu, membersihkan saluran-saluran air di sekitar rumah supaya tidak tesumbat dan menjadi genangan sata hujan.

Baca Juga: Waspada Musim Hujan Tiba, Kenali Ciri-ciri Anak Mengalami Gejala Demam Berdarah

"Jika akan membersihkan saluran air diupayakan untuk menggunakan APD untuk mencegah terinfeksi bakteri leptosira," paparnya.

Halaman:

Editor: Hartanto Ardi Saputra

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X