Dampak Siklon Nyatoh dan Teratai: Warga Sekitar Lereng, Tebing, dan Pesisir Jatim Diminta Waspada

- Kamis, 2 Desember 2021 | 19:02 WIB
Alat berat sedang membersihkan material tanah akibat longsor di Kabupaten Lumajang.   (BNPB)
Alat berat sedang membersihkan material tanah akibat longsor di Kabupaten Lumajang. (BNPB)

GAYUNGAN, AYOSURABAYA.COM - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca, fenomena, dan hingga siklon yang tengah terjadi jelang pergantian tahun 2022. Diantaranya adalah siklon tropis Teratai.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, dampak yang perlu diwaspadai dari siklon Teratai adalah angin kencang, gelombang tinggi, hingga hujan lebat. Baim di daratan, mau pun di lautan, termasuk di Jatim.

"Di wilayah selatan Sumatra seperti Bengkulu dan Lampung, lalu di Selat Sunda, Banteng, Jabar, Jateng, dan Jatim. Dampaknya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, petir, dan angin kencang. Kemudian, tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter," kata Dwi, Kamis (2/12/2021).

Baca Juga: Rekor pertemuan Manchester United vs Arsenal

Dwi menjelaskan, sebelum menyebabkan dampak, pihaknya telah melihat adanya bibit siklon Teratai sedari 2 haru lalu. Maka dari itu, ia meminta masyarakat untuk lebih waspada ketika berada di dalam atau di luar rumah ketika cuaca ekstrem terjadi.

"Itu (dampak siklon) juga mengakibatkan gelombang tinggi di perairan selatan Anambas dan Natuna Utara sampai 6 meter. Secara tidak langsung, juga mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di kawasan Sumatera Utara dan bibir pantai," ujarnya.

Kemudian, ia juga mewanti-wanti ihwal masih berlangsungnya siklon tropis Nyatoh. Menurutnya, masih juga terjadi dampak secara tidak langsung dari siklon tropis Nyatoh di Samudra Pasifik, Papua, Maluku Selatan, Kepulauan Sangihe, Sulawesi sisi Timur, hingga sisi timur Halmahera," tuturnya.

Baca Juga: Fakta Varian Omicron dan Langkah Mencegah Penularannya

Senada, Kepala Pusat Metereologi Publik, Fachri Radjab mengimbau agar masyarakat pesisir untuk menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak. Lalu, ia juga meminta publik untuk menghindari daerah rawan bencana, seperti sungai, lereng, dan tebing yang rawan longsor hingga tepi pantai.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X