Erupsi Gunung Semeru Keluarkan Guguran Awan Panas dan Banjir Lahar, Lokasi Sekitar Gelap

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 19:13 WIB
Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu Sore sekitar pukul 15.30 WIB.  (BNPB)
Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu Sore sekitar pukul 15.30 WIB. (BNPB)

LUMAJANG - Warga sekitar Kabupaten Lumajang merasakan dampak erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12) pukul 15.20 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, 

Kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Sabtu Sore Pukul 15.30 WIB

Erupsi gunung Semeru menimbulkan getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.

Pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanik erupsi Gunung Semeru dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang. Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Baca Juga: Korea Selatan Alami Lonjakan Kasus Covid-19, Diduga Akibat Varian Omicron

Sebagai respon cepat dari erupsi Gunung Semeru berupa kejadian guguran awan panas tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan para penambang untuk tidak beraktivitas di sepajang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mujur dan Curah Kobokan.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X