Akibat Letusan Gunung Semeru, Rumah Warga Tinggal Atap Tertimbun Abu Vulkanik Setinggi 4 Meter

- Senin, 6 Desember 2021 | 11:24 WIB
Rumah warga yang paling terdampak letusan Gunung Semeru tertimbun pasir dan abu setinggi empat meter. (@PRB_BNPBPRB_BNPB/Twitter)
Rumah warga yang paling terdampak letusan Gunung Semeru tertimbun pasir dan abu setinggi empat meter. (@PRB_BNPBPRB_BNPB/Twitter)

LUMAJANG, AYOSURABAYA.COM -- Akibat letusan Gunung Semeru pada Sabtu, 4 Desember 2021, sejumlah rumah warga di lokasi paling terdampak tertimbun abu vulanik setinggi empat meter, sehingga yang tersisa hanyalah bagian atapnya.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Surabaya, I Wayan Suyatna mengamini hal itu. Menurutnya, tim juga menemui sejumlah kendala. Salah satunya adalah tentang lahar dingin dan abu vulkanik yang masih memadati desa-desa di Lumajang.

"Itu (kendala) yang saya maksud, kalau itu (sikon dan berisiko) membahayakan, kita evaluasi dulu. Sehingga, kita tidak buru-buru melakukan evakuasi, masih panas," kata Wayan, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: Tips Menghadapi Pelecehan Seksual, Jangan Diam - Salah Satunya Segera Lapor Polisi

Wayan menegaskan, pada pagi hari tadi, tim dikejutkan dengan letupan di sungai. Menurutnya, letupan kecil itu merupakan pertanda bahwa lahar dingin masih dalam kondisi membahayakan.

"Apalagi, tadi pagi ada letupan sedikit yang mengakibatkan debu, sehingga pagi-pagi pas hujan deras tadi, debu dan anginnya sangat kencang. Menurut kami, warga sudah terbiasa, sedangkan kami 04.30 WIB yang baru disini, baru merasakan getaran dan letupan," ujarnya.

Ia memperkirakan, kedalaman titik yang tertimbun abu vulkanik masih terlalu dalam. Baik di kawasan rumah penduduk, sungai, hingga jalanan.

Baca Juga: Setelah Viral Kasus Novia Widyasari, Netizen Bongkar Kasus Pelecehan Seksual Dosen di Palembang

"Tertimbunnya wilayah yang kita curigai terlalu dalam, kurang lebih 4 meter, rumah hanya kelihatan atap yang tertimbun di wilayah pemukiman, kalau sungai luar biasa, apalagi sangat dalam," tuturnya.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X