Kemenag Tutup Pesantren Tempat 12 Santri Diperkosa Pimpinan Ponpes, Siswa Dipulang ke Daerah Masing-masing

- Kamis, 9 Desember 2021 | 07:56 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. (Stefano Pollio on Unsplash)
Ilustrasi pelecehan seksual. (Stefano Pollio on Unsplash)

AYOSURABAYA.COM – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan bahwa oknum yang diduga pelaku pemerkosaan terhadap 12 santriwati di salah satu pesantren di Bandung sudah diamankan Polda Jawa Barat, dan lembaganya telah ditutup.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Thobib Al-Asyhar mengatakan langkah-langkah tersebut telah dilakukan sejak kasus itu mencuat, enam bulan lalu.

“Kami mendukung langkah hukum yang diambil kepolisian. Oknum pimpinan yang diduga pelaku tindak pemerkosaan juga telah ditahan di Polda Jabar untuk menjalani proses hukum,” jelas Thobib dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 8 Desember 2021.

Baca Juga: Liga Champions : 16 Tim yang Lolos ke Babak Knock Out, Barcelona Tersingkir

Thobib menjelaskan, sejak peristiwa tersebut mencuat, Kemenag telah duduk bersama Polda Jabar dan Dinas Perlindungan Anak dan Ibu (KPAI) Jawa Barat. Para pihak bersepakat untuk mengambil sejumlah langkah.

Pertama, Polda Jabar menutup atau membekukan kegiatan belajar mengajar di Lembaga Pendidikan tersebut. “Sampai sekarang tidak difungsikan sebagai tempat atau sarana pendidikan,” jelas Thobib.

Kedua, Kemenag mengembalikan seluruh siswa ke daerah asal mereka. Pendidikan mereka dilanjutkan ke madrasah atau sekolah sesuai jenjangnya yang ada di daerah masing-masing dengan difasilitasi Kasi Pontren dan Forum Komunikasi Pendidikan Kesetaraan (FKPPS) Kabupaten/Kota setempat.

Baca Juga: Prediksi Cuaca Surabaya Hari Ini, 9 Desember 2021, Cerah Berawan di Malam Jumat

Ketiga, Kemenag terus berkoordinasi dengan Polda dan Dinas Perlindungan Ibu dan Anak, khususnya terkait penyelesaian perpindahan dan ijazah para peserta didik di lembaga tersebut.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X