BNPB Gelar Simulasi Peringatan Dini Banjir di Kwadungan Ngawi

- Kamis, 9 Desember 2021 | 15:53 WIB
Geladi Simulasi Early Warning System (EWS) banjir di Kantor Desa Simo, Kecamatan Kwadungan, Ngawi, Rabu (8/12). (BNPB)
Geladi Simulasi Early Warning System (EWS) banjir di Kantor Desa Simo, Kecamatan Kwadungan, Ngawi, Rabu (8/12). (BNPB)

NGAWI, AYOSURABAYA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Peringatan Dini membangun sistem terintegrasi dengan melibatkan masyarakat untuk memperkuat rantai sistem peringatan dini.

Bersama dengan BPBD Ngawi melakukan gelar Geladi Simulasi Early Warning System (EWS) banjir di Kantor Desa Simo, Kecamatan Kwadungan, Ngawi, Rabu (8/12).

Rangkaian Kegiatan ini telah dilaksanakan dari bulan Oktober - Desember 2021. Diawali dari kegiatan Sosialisasi, Workshop, Finalisasi hingga Geladi Simulasi EWS Banjir.

Baca Juga: Sebut Nikel untuk Baterai Melimpah, Menperin Akan Memasifkan Penggunaan Mobil Listrik di Indonesia

Kabupaten Ngawi merupakan salah satu dari tujuh kabupaten/kota yang mendapatkan stimulan penguatan sistem peringatan dini banjir. Pemilihan lokasi ini, mengingat ada sejumlah titik wilayah yang rawan dan berisiko banjir.

"BNPB telah melakukan Forum Group Discussion (FGD) dengan BNPB Provinsi dan Kabupaten/Kota, dalam menentukan daerah yang memiliki risiko tinggi banjir di aliran Bengawan Solo sekaligus memerlukan peringatan dini," ujar Direktur Peringatan Dini, Afrial Rosya.

Afrial menambahkan, BNPB merupakan bagian dalam penguatan kontribusi pengurangan resiko bencana, dengan memberikan support berupa peralatan EWS atau sistem peringatan dini.

Baca Juga: Hari Kelima Pencarian Korban Letusan Gunung Semeru, Total Meninggal Dunia 43 Orang

Dalam pengoperasiannya, diperlukan sinergi dan komunikasi antar komponen struktural serta kultural yang melibatkan masyarakat. Diharapkan EWS ini bisa digunakan sebaik mungkin dan juga dapat digunakan untuk keperluan sosial masyarakat.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X