Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum, Saat, dan Setelah Tsunami

- Selasa, 14 Desember 2021 | 15:56 WIB
Ilustrasi kejadian tsunami.  (NOAA on Unsplash)
Ilustrasi kejadian tsunami. (NOAA on Unsplash)

AYOSURABAYA.COM -- Gempa magnitudo 7,4 di Laut Flores pada Selasa, 14 Desember 2021, memicu peringatan dini tsunami. Dua jam kemudian, peringatan tersebut dicabut karena berdasarkan pengamatan tidak ada kenaikan air laut yang sinifikan.

Bagi warga pesisir pantai, ada hal yang perlu dilakukan seandainya terjadi tsunami. Hal yang perlu dilakukan itu terjadi pada sebelum, saat, dan setelah.

Dikutip dari laman BNPB, tsunami merupakan gelombang air laut besar yang dipicu oleh pusaran air bawah laut karena pergeseran lempeng, tanah longsor, erupsi gunungapi, dan jatuhnya meteor. Tsunami dapat bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan dapat mencapai daratan dengan ketinggian gelombang hingga 30 meter.

Baca Juga: 29 Tahun Lalu Gempa di Flores Membangkitkan Tsunami, 2500-an Meninggal

Tsunami sangat berpotensi bahaya meskipun tsunami ini tidak terlalu merusak garis pantai.

Gempa yang disebabkan pergerakan dasar laut atau pergeseran lempeng yang paling sering menimbulkan tsunami. Pada tahun 2006 Indonesia mengalami tsunami dahsyat setelah gempabumi berskala 8.9 SR terjadi di sekitar Aceh.

Area yang memiliki risiko tinggi jika gempa bumi besar atau tanah longsor terjadi dekat pantai gelombang pertama dalam seri bisa mencapai pantai dalam beberapa menit, bahkan sebelum peringatan dikeluarkan. Area berada pada risiko yang lebih besar jika berlokasi kurang dari 25 meter di atas permukaan laut dan dalam beberapa meter dari garis pantai.

Baca Juga: BMKG Jelaskan Penyebab Gempa di NTT pada Selasa Siang

Apa yang dilakukan sebelum dan pada saat terjadi tsunami

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X