Gunung Merapi Mengalami 70 Kali Gempa Guguran, Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi Penambangan Pasir

- Rabu, 15 Desember 2021 | 18:54 WIB
Awan panas guguran (APG) Gunung Merapi. (Dok. BNPB)
Awan panas guguran (APG) Gunung Merapi. (Dok. BNPB)

 

AYOSURABAYA.COM -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) mencatat hari ini telah terjadi 70 kali gempa guguran di Gunung Merapi dengan amplitudo 3 hingga 26 mm dan lama gempa 21 hingga 173 detik.

"3 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2 hingga 4 mm dan lama gempa 11 sampai 13 detik," tulis PVMBG dari laman magma.esdm.go.id, Rabu (15/12).

Selain itu, Gunung Merapi yang terletak di Kabupaten atau Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah ini juga mengalami 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 15 mm, S-P 52 detik dan lama gempa 155 detik.

Baca Juga: Dari Sembilan Wali, Mengapa Lima Berada di Jawa Timur?

Laporan terkini tersebut juga menyatakan, Gunung Merapi terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-1. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 20 sampai 50 meter dari puncak.

"Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 17 hingga 21 derajat celsius. Kelembaban 78 hingga 98%. Tekanan udara 567 hingga 687 mmHg," tulisnya.

Dalam rekomendasinya, PVMBG menjelaskan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Gladak Perak dan Pengerukan Aliran Besuk Mendesak

"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," ujar PVMBG.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X