Temuan Baru Letusan Gunung Semeru, Ada Jalur Lahar Baru

- Kamis, 16 Desember 2021 | 14:54 WIB
Dampak letusan Gunung Semeru pada 4 Desember 2021. (APDI Jatim)
Dampak letusan Gunung Semeru pada 4 Desember 2021. (APDI Jatim)

LUMAJANG, AYOSURABAYA.COM --Ada sejumlah elemen masyarakat dan pemerintah yang dilibatkan dalam proses pencarian dan evakuasi pasca erupsi Gunung Semeru.

Tak hanya dilengkapi dengan alat ringan nan manual, ada juga pemetaan yang tengah dilakukan untuk mengetahui dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Ketua APDI Jatim, Rapaharya Nur Hamisena mengatakan, pihaknya turut dilibatkan dalam proses pemetaan wilayah yang terdampak erupsi Semeru. Berdasarkan hasil pemetaan via udara menggunakan drone dengan ketinggian hingga 250 meter itu, didapati kerusakan yang cukup parah di Desa Sumpiturang dan Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jatim.

Baca Juga: Viral Video Awan Merah Disertai Petir di Jatim, Gunung Welirang Meletus? Berikut Penjelasan BMKG

"Intinya, memang bukan hanya kinerja APDI saja yang terjun, tapi juga bersama jaringan relawan peta, ada pilot drone dan ada yang fokus pemetaan serta analisa. Jadi, memang radiusnya gambar foto dan video dari udara," kata Rapaharya, Kamis (16/12/2021).

Sejak menerbangkan drone pada Senin (6/12/2021) lalu, ia mendapati beragam temuan. Salah satunya terkait jalur lava baru.

Jalur lava baru itu rupanya menutup sebagian besar aliran sungai di sana. Titik dasar atau kedangkalan sungai juga kian meningkat.

Baca Juga: Petisi Boikot Nikita Mirzani Viral, Ini Profil dan Biodata Nikmir

Akibatnya, ketika hujan dengan intensitas tinggi turun, akan menggenangi pemukiman warga sekitar. "Jadi, kan ibaratnya ada sungai, sekarang jadi dangkal karena tertutup pasir, karena kan bakal meluap ke mana-mana, temuan kami seperti itu, tanpa lahar dingin pun, kalau ada hujan sudah meluap ke pemukiman," ujarnya.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X