Cerita Pilot Drone yang Lakukan Pemetaan Usai Letusan Gunung Semeru, Ada Temuan Baru

- Kamis, 16 Desember 2021 | 15:06 WIB
Ladang dan perkampungan penduduk yang tertimbun material letusan Gunung Semeru.  (APDI Jatim)
Ladang dan perkampungan penduduk yang tertimbun material letusan Gunung Semeru. (APDI Jatim)

LUMAJANG, AYOSURABAYA.COM -- Gunung Semeru memuntahkan awan panas dan lahar dingin pada Sabtu, 4 Desember 2021. Letusan tersebut merenggut 48 jiwa dan menyebakan 18 orang luka berat dan 9 orang luka ringan.

Selain menimbulkan korban jiwa, material letusan Gunung Semeru pun meluluhlantakan ladang dan perkampungan penduduk.

Anggota Rescue Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Jatim, Eko Arif Purwanto, mengatakan pihaknya turut serta dalam proses pemetaan dan evakuasi dalam unsur SAR gabungan sedari pasca Erupsi Semeru, tepatnya pada Senin (6/12/2021) ini.

Baca Juga: Wacana PTM 100% Bakal Segera Direalisasikan di Surabaya

Hingga kini, ada 2 tim yang diterjunkan untuk melakukan pemetaan wilayah yang terdampak erupsi Semeru.

Total, ada 6 orang personel APDI yang ikut melakukan pemetaan. Dalam menjalankan tugasnya, seluruhnya dibagi menjadi 2, yakni di sisi di Malang dan Lumajang dengan radius penerbangan mencapai 150 hingga 250 meter.

Menurutnya, ada sejumlah temuan yang diperoleh selama menerbangkan drone di beberapa lokasi atau titik yang terdampak bencana.

Baca Juga: Gempa M5,1 yang Mengguncang Jember Tadi Pagi Mengakibatkan Satu Rumah Rusak Berat

"Pemetaan jalur dan lahan yang terdampak erupsi, untuk pendataan dan antisipasi, begitu juga untuk volume, akses, evakuasi," kata Eko kepada AyoSurabaya, Kamis (16/12/2021).

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X