Pengungsi Anak dan Bayi Letusan Gunung Semeru Butuh Makanan Bergizi

- Minggu, 19 Desember 2021 | 17:09 WIB
Ilustrasi pengungsi letusan Gunung Semeru.  (BNPB)
Ilustrasi pengungsi letusan Gunung Semeru. (BNPB)

LUMAJANG, AYOSURABAYA.COM - Dampak letusan Gunung Semeru memaksa warga yang selamat untuk mengungsi ke sejumlah titik atau posko pengungsian. Sebagian dari pengungsi merupakan bayi dan anak.

Para orangtua pun mengkhawatirkan kondisi kesehatan mereka selama di pengungsian. Mengingat, setiap hari mereka hanya bergantung pada bantuan pangan, obat-obatan, hingga makanan cepat saji yang diberikan para donatur.

Spesialis Gizi RSLI Surabaya, Nono Tri Nugroho mengatakan, ia da timnya telah melakukan monitoring evaluasi kegiatan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) di lokasi pengungsian. Ketika berada di Posko Balai Desa Penanggal Kec Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), ia melakukan asesmen, pengawasan, hingga pendampingan untuk pemberian makanan, khususnya kepada bayi dan anak supaya angka kecukupan gizinya terpenuhi.

Baca Juga: 9.940 Personel Gabungan Diturunkan di Operasi Lilin Semeru 2021

"Hal ini sangat penting, dikarenakan anak sangat membutuhkan asupan yang cukup untuk pertumbuhannya. Apalagi, pada kondisi bencana dimana mereka membutuhkan energi ekstra untuk pemulihan fisik dan psikisnya," kata Nono dalam keterangannya, Minggu (19/12/2021).

Biasanya, dalam penangan kebencanaan dalam jumlah terdampak yang cukup besar, bahkan mencapai ribuan. Maka dari itu, ia mewanti-wanti agar perhatian pada hal khusus, seperti kebutuhan bayi dan anak, kurang dan luput dari perhatian.

"Tidak hanya pada anak, pada orang-orang dewasa pun juga membutuhkan asesmen dan pendampingan dalam hal pemenuhan kebutuhan dan kecukupan gizi mereka. Jangan sampai, dalam penyediaan makanan bagi pengungsi 3x sehari hanya memenuhi kepantasan dan mengobati rasa lapar semata," ujarnya.

Baca Juga: WHO Sebut Varian Omicron Berpotensi Gantikan Varian Delta di Dunia

Nono ingin, Angka Kecukupan Gizi (AKG) harus diperhatikan dengan seksama. Daftar siklus menu pun hendaknya dibuat untuk memastikan nilai gizinya cukup serta memberikan variasi penyajian menu.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X