Korban Meninggal Setelah Letusan Gunung Semeru Bertambah Menjadi 51 Jiwa

- Rabu, 22 Desember 2021 | 21:38 WIB
Ladang dan perkampungan penduduk yang tertimbun material letusan Gunung Semeru.  (APDI Jatim)
Ladang dan perkampungan penduduk yang tertimbun material letusan Gunung Semeru. (APDI Jatim)

LUMAJANG, AYOSURABAYA.COM -- Letusan Gunung Semeru pada awal Desember 2021 lalu menyisakan dampak korban jiwa, kerusakan fisik maupun pengungsian.

Korban luka-luka akibat awan panas guguran masih mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan hingga saat ini.

Berdasarkan data Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat letusan Gunung Semeru per 21 Desember 2021, pukul 18.00 WIB mencatat korban meninggal bertambah 1 jiwa sehingga total meninggal dunia akibat erupsi menjadi 51 jiwa.

Baca Juga: Daftar Warga Negara yang Dilarang Masuk Indonesia per 22 Desember 2021

Penambahan korban tersebut dari warga yang sebelumnya dirawat akibat luka bakar. Selain jumlah korban meninggal, Posko mencatat 5 potongan tubuh ditemukan di lokasi terdampak.

Sementara itu, jumlah warga mengungsi berjumlah 10.395 jiwa, yang tersebar di 410 titik pengungsian. Pengungsian terkonsentrasi di 3 kecamatan, yaitu Pasirian 17 titik dengan 1.746 jiwa, Candipuro 21 titik 4.645 jiwa dan Pronojiwo 8 titik 1.077 jiwa.

Sebaran titik pengungsi juga teridentifikasi di Kabupaten Lumajang, sedangkan di luar kabupaten tersebut, pengungsian berada di Kabupaten Malang 9 titik 341 jiwa, Blitar 1 titik 3 jiwa, Jember 3 titik 13 jiwa dan Probolinggo 1 titik 11 jiwa. Posko terus memutakhirkan data pengungsian akibat dampak erupsi Semeru.

Baca Juga: Kasus Varian Omicron di Indonesia Bertambah 2, Keduanya Baru Pulang dari London

Di masa tanggap darurat perpanjangan kedua ini, salah satu prioritas posko yaitu penyiapan lahan relokasi. Pihak Posko dan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian sementara atau huntara.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X