Terowongan Silaturahmi Simbol Toleransi Tunggu Diresmikan Presiden

- Minggu, 26 Desember 2021 | 07:47 WIB
Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan gereja Katedral (Instagram/@kemenpupr)
Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan gereja Katedral (Instagram/@kemenpupr)

AYOSURABAYA.COM -- Terowongan Silaturahmi adalah terowongan yang menghubungkan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Terowongan ini dibangun pada 15 Desember 2020 dan telah diselesaikan pada 20 September 2021. Pembangunan terowongan ini telah menghabiskan anggaran sebesar Rp37,3 miliar.

Terowongan Silaturahmi terhubung dengan lahan parkir basement Masjid Istiqlal dan difungsikan sebagai penghubung fasilitas parkir bagi jemaah di Masjid Istiqlal maupun Gereja Katedral. Diharapkan dengan adanya terowongan ini dapat memudahkan jemaah dalam menggunakan lahan parkir secara bersama.

Misalnya, ketika diadakan salat Jumat di Masjid Istiqlal Terowongan Silaturahmi dapat digunakan oleh jemaah salat. Sedangkan ketika diadakan kebaktian Minggu di Gereja Katedral terowongan ini dapat digunakan untuk misa.

Baca Juga: 10 Lagu Natal KPop, di Antaranya dari EXO dan Twice

Terowongan Silaturahmi memiliki panjang 28,3 meter, tinggi 3 meter, dan lebar 4,1 meter. Total luas terowongan area tunnel 136 m2, sedangkan luas shelter dan tunnel 226 m2. Jarak pintu masuk terowongan dengan Masjid Istiqlal adalah 16 meter, sedangkan jarak pintu masuk terowongan dengan Gereja Katedral adalah 32 meter.

Menurut keterangan Lukman Hakim Saifuddin, mantan Menteri Agama Republik Indonesia periode 2014 – 2019, sebelum dilakukannya pembangunan Terowongan Silaturahmi ia telah mengusulkan pembangunan jembatan penghubung antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Tujuannya agar simbol kerukunan umat beragama tersebut dapat dilihat dengan jelas dibandingkan dengan terowongan yang tak terlihat.

Namun, dalam perkembangannya usulan dari Lukman tersebut tidak menjadi kenyataan karena adanya faktor yang perlu dipertimbangkan.

Baca Juga: Gus Yahya Terpilih Sebagai Ketua Umum PBNU, Ini Profilnya

Menurut Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Terowongan Silaturahmi dapat menjadikan mobilisasi antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral menjadi lebih lancar jika dibandingkan dengan jembatan penghubung. Hal ini dinilai dari pembangunan jembatan yang dianggap dapat mengganggu pemandangan jalan raya di mana jalan raya di depan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral terbilang kerap macet.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X