Jaksa Sebut Terdakwa HW Lakukan Kejahatan Asusila terhadap Belasan Santriwati secara Terencana

- Kamis, 30 Desember 2021 | 20:43 WIB
Polda Jawa Barat (Jabar) masih melakukan penyidikan terhadap kasus Herry Wirawan (36), pelaku rudapaksa kepada belasan santriwati. (Istimewa)
Polda Jawa Barat (Jabar) masih melakukan penyidikan terhadap kasus Herry Wirawan (36), pelaku rudapaksa kepada belasan santriwati. (Istimewa)


AYOSURABAYA.COM -- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Asep N Mulyana, mengatakan kasus asusila terhadap belasan santri dengan terdakwa HW diduga merupakan kejahatan yang terencana.

Menurutnya, perbuatan asusila terhadap sejumlah santri oleh HW itu diduga dilakukan secara bertahap dan ada unsur ancaman psikologis hingga keinginan terdakwa dapat diikuti oleh para korban.

"Kalau tadi dari keterangan ahli, itu by design, jadi bukan perbuatan insidentil yang semata-mata serta merta orang itu melakukan," kata Asep usai menjadi jaksa penuntut umum kasus asusila HW di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis 30 Desember 2021 seperti dikutip dari Republika.

Baca Juga: Omicron Membludak, Kota Mumbai India Dilarang Rayakan Tahun Baru 2022

Asep mengatakan, HW melakukan perbuatan itu dengan mengiming-imingi fasilitas kepada para korban, sehingga dengan pelan-pelan terdakwa mempengaruhi para korban. Asep menilai aksi-aksi yang dilakukan oleh HW itu merupakan kejahatan luar biasa, karena perbuatannya itu tidak hanya berdampak pada korban, melainkan juga berdampak pada keresahan sosial.

Adapun HW juga diduga menyebabkan para korban termasuk istrinya itu mengalami gangguan psikologis sehingga tak berani untuk melaporkan apa yang dialaminya. "Itu ada istilah dirusak fungsi otaknya, bukan dirusak kondisi otaknya, tapi dirusak fungsi otaknya," katanya.

Baca Juga: Tarif Tol Surabaya-Gresik Naik per 3 Januari 2022

HW didakwa telah melakukan tindakan asusila kepada 13 orang santriwati. Aksi tidak terpujinya itu menyebabkan para korban mengalami kehamilan hingga melahirkan.

HW didakwa melakukan aksi tersebut pada rentang waktu 2016 hingga 2021. Dia disebut melakukan aksi tersebut di sejumlah tempat mulai dari pondok pesantren hingga penginapan seperti hotel dan apartemen.

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banjir Jember Sebabkan Satu Warga Meninggal

Senin, 10 Januari 2022 | 09:34 WIB
X