Vaksinasi Covid-19 Desember, Anggota DPR: Jangan Sampai di Negara Lain Belum

- Kamis, 12 November 2020 | 14:48 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19.(Ayobandung.com)
Ilustrasi vaksin Covid-19.(Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM--Pemerintah menjadwal ulang pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat menjadi minggu ketiga di bulan Desember 2020. Penjadwalan ulang ini merupakan kedua kalinya yang diagendakan oleh pemerintah.

Pasalnya, pemerintah pernah menjadwalkan bahwa vaksinasi akan dilakukan pada November dan Desember 2020, namun karena rekomendasi dari PT Bio Farma, akhirnya penjadwalan tersebut ditunda dan dialihkan ke Desember 2020.

Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Dia menyatakan, rencana vaksinasi Covid-19 di Indonesia kemungkinan baru dapat dilaksanakan pada minggu ketiga Desember 2020.

Menanggapi rencana baru itu, anggota DPR RI yang menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, angkat bicara. Dia meminta agar pemerintah juga mendengar dan memperhatikan masukan dan saran dari beberapa organisasi profesi kedokteran terkait dengan rencana pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia bulan Desember ini.

Organisasi-organisasi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah menyampaikan secara terbuka agar pemerintah tidak terburu-buru melaksanakan vaksinasi massal kepada masyarakat. Mereka menginginkan adanya jaminan keamanan, imunogenitas, dan efektivitas vaksin sehingga mampu memberikan rasa aman di tengah masyarakat.

"Saya sangat setuju dengan saran, masukan, dan pertimbangan organisasi-organisasi profesi ini. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tentu tidak sembarangan memberikan pendapat. Tentu mereka sudah mengkaji dari berbagai aspek. Karena itu, sangat perlu didengar dan ditindaklanjuti,” kata Saleh dalam keterangan resminya yang diterima Ayojakarta, Kamis (12/11/2020).

Sejalan dengan itu, dia mengatakan pemerintah juga diminta untuk mengikuti perkembangan pengadaan vaksin Covid-19 di negara lain. Di Brazil, misalnya, mereka dikabarkan telah menghentikan uji klinis tahap ketiga vaksin Coronavac hasil kerjasama dengan Sinovac Biotech.

Disebutkan, alasan penghentiannya dikarenakan adanya "insiden merugikan" yang melibatkan sukarelawan vaksin. Insiden merugikan itu antara lain dapat menyebabkan kematian, efek samping yang berpotensi fatal, cacat serius, rawat inap, cacat lahir dan "peristiwa signifikan secara klinis" lainnya.

"Ini penting dicermati. Informasi lebih dalam terkait hal ini harus digali. Apalagi, perusahaan yang bekerjasama dengan Brazil sama dengan yang bekerjasama dengan Indonesia,” tegas dia.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

X