Survei Indometer: PDIP Turun, Partai Demokrat Melonjak

- Kamis, 18 Februari 2021 | 18:04 WIB
Ilustrasi partai politik. (ayosurabaya)
Ilustrasi partai politik. (ayosurabaya)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Survei menunjukkan elektabilitas Partai Demokrat melonjak. Hasil survei yang dilakukan oleh Lemabag Survei Indometer menempatkan partai politik berlambang Mercy itu di urutan keempat setelah PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan Partai Golkar.

Survei Indometer dilakukan pada 1-10 Februari 2021 melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden dari seluruh provinsi yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error sebesar 2,98 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

"Elektabilitas Partai Demokrat melonjak, sementara PDI Perjuangan turun, dan dua parpol papan tengah PKS dan PSI konsisten naik," kata Direktur Eksekutif lembaga survei Indometer, Leonard SB, dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (18/2).

AYO BACA : Survei Elektabilitas Capres: Prabowo Terkuat, Khofifah dan Tri Rismaharini Ungguli AHY dan Moeldoko

Menurut dia, meskipun posisinya masih teratas, tapi elektabilitas PDI Perjuangan turun. Sebaliknya Partai Demokrat meningkat.

Temuan survei Indometer, elektabilitas PDI Perjuangan turun menjadi 22,3 persen. Padahal sebelumnya naik dari 26,8 persen pada survei pada Juli 2020 menjadi 31,6 persen pada survei Oktober 2020.

Elektabilitas Partai Demokrat melesat menjadi delapan persen, setelah sebelumnya sempat turun dari 3,9 persen (Juli 2020) menjadi 3,2 persen (Oktober 2020). Dengan kenaikan itu, Partai Demokrat melejit ke peringkat empat besar setelah PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan Partai Golkar.

AYO BACA : Terima Ganti Rugi Rp23,9 Miliar, Warga Tuban Beli Xpander Meski Belum Bisa Nyetir

PKS naik dari 4,9 persen (Juli 2020) menjadi 5,7 persen (Oktober 2020), dan kini 7,6 persen. PKS berada pada peringkat kelima, dan selisih elektabilitas dengan Golkar hanya terpaut 0,7 persen. PSI naik dari 4,4 persen (Juli 2020) menjadi 4,8 persen (Oktober 2020), dan kini 4,9 persen.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X