Dituduh tak Bertuhan, S. Goenawan Ajak Debat Redaktur Kaoem Moeda

- Senin, 16 November 2020 | 15:27 WIB
Pertemuan anggota dewan di Bandung tahun 1926. Dok: Leiden University Libraries Digital Collections
Pertemuan anggota dewan di Bandung tahun 1926. Dok: Leiden University Libraries Digital Collections

Pengurus besar Sarekat Islam Merah afdelling Bandung, S. Goenawan, mengajak debat terbuka kepada Padmawiganda, setelah menuduhnya sebagai orang tak bertuhan.

Padmawiganda, redaktur koran Kaoem Moeda itu telah membuat geram S. Goenawan hingga ia menantangnya dengan keras. Bahkan, bukan hanya Padmawiganda yang jadi sasaran, pemimpin redaksi Preangerbode pun tidak lepas dari kecaman, karena diduga sama-sama terlibat untuk menyerang Goenawan.

Menurut pengakuan Goenawan, bahwa Padmawiganda terhitung sudah mencaci makinya sampai tiga atau empat kali lewat media yang dikelolanya. Hal ini, rupanya mengakibatkan Goenawan hilang kesabaran, sehingga patut untuk membuat Padmawiganda menyadari kekeliruannya itu.

Maka, melalui koran Matahari S. Goenawan mulai memproklamirkan dan menabuh gendang berperang sebagai bentuk perlawanan untuk menyerang balik redaktur koran berbahasa Melayu itu.

“Toean Padmawiganda, Redacteur Kaoem Moeda, Soendanees penoelis Kaoem Moeda, keok, Bodor Kaoem Moeda, soedah 3-4 kali ini mengeloearkan hampedoenja boeat mentjoetji maki pada saja S. Goenawan dikatakannja bahwa saja tida bertoehan, bahwa saja boekan Islam dan lain-lain perkataan jang melanggar peri kesopanan! Pangkal dari ini tjoetji makian ialah sebenarnja asal dari perkara Pangeran Soemedangweg jang soedah diprotest oleh P.C.P.A. maka setjara lakoe jang rendah, tiga toean-toean itoe laloe menjerang diri saja setjara persoonlijk. Sekarang tjoekoeplah soedah boeat datang pada gilirannja!” (Matahari edisi tahun 1922).

Sebagai yang dicap anti-bertuhan, Goenawan nampak tidak segan dan ingin memperlihatkan kepada masyarakat, jika salah satu tudingan Padmawiganda tersebut hanyalah suatu kebencian personal.

Dengan sikap gentle yang ditunjukkannya, ia ingin agar Padmawiganda segera menjawab ajakannya untuk menggelar debat terbuka. Atau, bila perlu, Goenawan akan mengundang dan menghadirkan banyak masyarakat Bandung supaya dapat menilai siapa yang salah di antara kedua orang yang terlibat perselisihan sebelumnya.

“Jangan dari belakang! Marilah kita berhadap-hadapan, setjara laki-laki, baik siang maoepoen malam, mari lekas kita adakan sadja Openbare debat Vergadering, oendanglah semoea poebliek Bandoeng boeat toeroet menjaksikan, biar tahoe siapakah di antaranja empat orang (Padmawiganda, Soendanees, Keok dan S. Goenawan) jang tidak bertoehan dan tida beragama Islam! Sebab ini ada mengenai perkara agama, baik kita adakan di masigit sama sekali! Toean Padma lekaslah djawab biar saja ada tempo membikin bulletin mengondang sekalian poeblik Bandoeng” (Matahari edisi tahun 1922).

Sementara itu, ajakan untuk pertemuan terbuka di hadapan umum, berlaku juga kepada pengurus redaksi koran Preangerbode, B. Daum. Konon, B. Daum, turut serta bersama Padmawiganda untuk mengolok-olok Goenawan dan menampilkan tudingan-tudingan yang sangat tendensius. Setelah kejadian yang menyeret dua redaktur itu kepada kasus Pangeran Sumedang sebelumnya.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Apa Salahnya Melepas Burung?

Rabu, 10 Februari 2021 | 14:44 WIB

Refreshing Course ala PP Mambaul Ulum Waru

Senin, 28 Desember 2020 | 14:58 WIB

Ini Alasan Orang Keluar dari Grup WhatsApp

Minggu, 27 Desember 2020 | 08:22 WIB

Dokter Waszklewicz dan Sistem Sirkuler Cacar

Kamis, 24 Desember 2020 | 17:30 WIB

Mantri Cacar dan Dokter Jawa

Rabu, 16 Desember 2020 | 11:44 WIB

Pesona Matahari Terbit di Gunung Bromo

Senin, 14 Desember 2020 | 11:22 WIB

Dokter Bowier dan Tabung Termometris

Selasa, 8 Desember 2020 | 12:25 WIB

Radio Di Masa Corona dan ‘Revolusi’ Program

Sabtu, 5 Desember 2020 | 09:23 WIB

Pandemi, SDN Mulyodadi Bikin Buku Antologi Puisi

Kamis, 3 Desember 2020 | 14:24 WIB

Inokulasi Cacar dan Perhimpunan Batavia

Rabu, 2 Desember 2020 | 14:49 WIB

Memahami Sistem Koloid dengan Ular Tangga

Kamis, 26 November 2020 | 10:27 WIB

Gauffre Membawa Vaksin Cacar ke Jawa

Selasa, 24 November 2020 | 13:57 WIB

Mengoptimalkan Gadget untuk Pembelajaran Olahraga Siswa

Selasa, 24 November 2020 | 10:02 WIB

Kelola Emosi Marah Siswa dengan Expressive Writing

Sabtu, 21 November 2020 | 17:19 WIB

Menelusuri Legenda Sarip Tambak Oso

Sabtu, 14 November 2020 | 15:08 WIB

Sejarah Gunung Sunda

Jumat, 13 November 2020 | 10:18 WIB

Buket Buah, Cara Warga Tambaksumur Rayakan Maulid Nabi

Selasa, 10 November 2020 | 13:33 WIB
X