Dokter Bowier dan Tabung Termometris

- Selasa, 8 Desember 2020 | 12:25 WIB
Karikatur dari tahun 1802 yang menggambarkan Edward Jenner tengah memvaksinasi pasien yang khawatir anggota tubuhnya berkecambah seperti sapi. Tahun 1802 adalah saat Jenner mendirikan the Royal Jennerian Society, sebelum nantinya diteruskan oleh the National Vaccine Establishment. Sumber: Wikimedia Commons.
Karikatur dari tahun 1802 yang menggambarkan Edward Jenner tengah memvaksinasi pasien yang khawatir anggota tubuhnya berkecambah seperti sapi. Tahun 1802 adalah saat Jenner mendirikan the Royal Jennerian Society, sebelum nantinya diteruskan oleh the National Vaccine Establishment. Sumber: Wikimedia Commons.

Hari Jum’at, 23 Maret 1823, dalam usianya yang belum menginjak 32 tahun, Dokter Jan Bowier (1791?-1823) meninggal dunia di Rijswijk (kini Jalan Veteran, bersimpangan dengan Jalan Majapahit), Batavia. Kabar kematiannya diwartakan Bataviasche Courant edisi 5 April 1823 dan 'S Gravenhaagsche Courant edisi 24 September 1823.

Dalam Nusa Jawa Silang Budaya (Bagian I) (2008) karya Denys Lombard, yang saya yakin mengutip karya D. Schoute (De geneeskunde in Nederlandsch-Indië gedurende de negentiende eeuw, 1936), disebutkan bahwa, “Kesulitan mobilitas ‘vaksin hidup’ pun kemudian terpecahkan dengan digunakannya tabung ‘termometris’ – cikal bakal ampul sekarang. Tabung termometris pertama diimport dari London tahun 1819”.

Peristiwa mendatangkan tabung tersebut memang agak rinci diterangkan dalam buku karya Schoute. Di situ antara lain disebutkan bahwa orang-orang di Batavia khususnya, umumnya di Hindia Belanda, menginginkan perkakas yang dapat menyimpan vaksin cacar lebih lama. Selama beberapa saat, orang-orang berharap pada pengiriman serbuk cacar (pokstof) yang disebut tabung termometris (thermometrale buisjes). Di dalamnya berisi bibit cacar dan ujungnya ditutup oleh semacam lilin. Dokter Bowier yang mengabarkannya, setelah menerima berita dari London pada tahun 1819.

Kemudian, Batavia mengimpor tabung-tabungnya dari London dan terbukti efektif bahkan ketika dikirimkan lagi ke Ambon. Dalam kerangka pengiriman tersebut, Bowier yang mengajukan dan menerima izin untuk mendatangkan 200 tabung kosong dan 12 tabung terisi dari Dokter Hervey, sekretaris the National Vaccine Establishment, di Leicester Square, London. Hingga menjelang kematiannya pada tahun 1823, Bowier masih menerima 400 tabung yang dipesan dari Inggris. Sebelumnya, pisau lanset untuk vaksinasi cacar dikirim dari Belanda dan pada 1818 sebanyak 1000 lanset dikirim dari sana, tetapi pada 1821 sudah teratasi karena bengkel pembuatannya sudah dibuat di Hindia.

Alhasil, pengiriman tabung termometris untuk menyimpan vaksin cacar oleh Dokter Bowier melibatkan jaringan antarbenua, antara Hindia di Asia dan Inggris di Eropa, tempat mula-mula pengembangan vaksin cacar oleh Edward Jenner. Dan lembaga the National Vaccine Establishment memainkan peran penting dalam upaya penyebaran vaksin cacar ke seluruh dunia. Termasuk di dalamnya menanggapi perminataan Dokter Hervey di Batavia.

AYO BACA : BPOM Segera Keluarkan Izin Penggunaan Vaksin Sinovac

Menurut William Munk (Munk's Coll. of Phys, 1878), James Hervey (1751?-1824) adalah dokter dan dosen kedokteran yang menjadi anggota the Royal College of Physicians (sejak 1782) dan sekretaris the National Vaccine Establishment yang pertama. Lembaga tersebut dibentuk pemerintah Kerajaan Inggris pada 1808 untuk menyebarkan vaksinasi cacar temuan Edward Jenner, setelah sebelumnya dilakukan oleh the Royal Jennerian Society sejak 1802.

Jenner yang pertama mengepalai the National Vaccine Establishment, sementara Hervey menjadi sekretaris yang menyebarkan warta-warta kegiatannya, sebagaimana yang dapat kita ikuti dari pemberitaan dalam The European Magazine, and London Review (1813), The Edinburgh Medical and Surgical Journal (1815), dan The Lancet London (1817). Dalam The European Magazine, and London Review (1817), kita mendapatkan laporan kegiatan the National Vaccine Establishment untuk tahun 1816, bertitimangsa 15 Mei 1817. Di dalam laporan yang diterakan oleh J. Latham (President of the Royal College of Physicians) diikuti para pengurus lainnya serta disusun Hervey, antara lain tertulis, “Gubernur Raffles telah memberi kabar bahwa dia berhasil memperkenalkan vaksinasi ke Jawa, dan tidak ada perlawanan berarti di negeri tersebut, di mana para ulama setempat menjadi ahli juruvaksinasi, dan masyarakat bawah divaksinasi sebagai bagian dari kebijakannya.”

Kembali ke Dokter Bowier. Menurut buku yang disusun Abraham Jacob van der Aa (Biographisch Woordenboek der Nederlanden, jilid kedua, bagian kedua, 1855), Bowier adalah dokter medis yang merupakan anak Abraham Bowier. Pada tahun 1819, Bowier diangkat menjadi inspektur rumah sakit militer dan kepala Dinas Kesehatan Masyarakat di Hindia. Dia meninggal pada usia 31 tahun, pada 28 Maret 1823. Dia dianugerahi gelar Ridder der Orde van den Nederlands Leeuw.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Apa Salahnya Melepas Burung?

Rabu, 10 Februari 2021 | 14:44 WIB

Refreshing Course ala PP Mambaul Ulum Waru

Senin, 28 Desember 2020 | 14:58 WIB

Ini Alasan Orang Keluar dari Grup WhatsApp

Minggu, 27 Desember 2020 | 08:22 WIB

Dokter Waszklewicz dan Sistem Sirkuler Cacar

Kamis, 24 Desember 2020 | 17:30 WIB

Mantri Cacar dan Dokter Jawa

Rabu, 16 Desember 2020 | 11:44 WIB

Pesona Matahari Terbit di Gunung Bromo

Senin, 14 Desember 2020 | 11:22 WIB

Dokter Bowier dan Tabung Termometris

Selasa, 8 Desember 2020 | 12:25 WIB

Radio Di Masa Corona dan ‘Revolusi’ Program

Sabtu, 5 Desember 2020 | 09:23 WIB

Pandemi, SDN Mulyodadi Bikin Buku Antologi Puisi

Kamis, 3 Desember 2020 | 14:24 WIB

Inokulasi Cacar dan Perhimpunan Batavia

Rabu, 2 Desember 2020 | 14:49 WIB

Memahami Sistem Koloid dengan Ular Tangga

Kamis, 26 November 2020 | 10:27 WIB

Gauffre Membawa Vaksin Cacar ke Jawa

Selasa, 24 November 2020 | 13:57 WIB

Mengoptimalkan Gadget untuk Pembelajaran Olahraga Siswa

Selasa, 24 November 2020 | 10:02 WIB

Kelola Emosi Marah Siswa dengan Expressive Writing

Sabtu, 21 November 2020 | 17:19 WIB

Menelusuri Legenda Sarip Tambak Oso

Sabtu, 14 November 2020 | 15:08 WIB

Sejarah Gunung Sunda

Jumat, 13 November 2020 | 10:18 WIB

Buket Buah, Cara Warga Tambaksumur Rayakan Maulid Nabi

Selasa, 10 November 2020 | 13:33 WIB
X