Pesona Matahari Terbit di Gunung Bromo

- Senin, 14 Desember 2020 | 11:22 WIB
Pesona Matahari Terbit di Gunung Bromo. (Dok. Elsie)
Pesona Matahari Terbit di Gunung Bromo. (Dok. Elsie)

Hawa yang sejuk, pemandangan yang indah, bukit-bukit yang diselimuti awan. Suasana-suasana tersebut dapat kita rasakan di Gunung Bromo. Keindahan alam Gunung Bromo memang tidak perlu diragukan lagi. Setiap sudut pemandangannya pasti berhasil membuat kita terpukau melihatnya. Keindahan alamnya membuat banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Gunung Bromo. Wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo tidak hanya wisatawan lokal saja tetapi ada juga wisatawan mancanegara.

Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif di Indonesia. Gunung Bromo terletak di sebuah taman nasional di Provinsi Jawa Timur yaitu, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kita tidak hanya dapat melihat Gunung Bromo saja, tetapi ada beberapa gunung yang terletak di dalam satu kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung-gunung tersebut terdiri dari, Gunung Semeru, Gunung Tengger, dan Gunung Batok.

Gunung Bromo terletak di 4 kabupaten, yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Probolinggo. Jarak tempuh dari Malang menuju Gunung Bromo cukup jauh sekitar 53 kilometer. Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut. Gunung Bromo mempunyai beberapa objek wisata yang sangat indah yaitu, Penanjakan 1, Gunung Widodaren Bromo, Kawah Utama Bromo, Bukit Cinta, Pasir Berbisik Bromo, Bukit Teletubies, dan Pura Luhur Poten.

AYO BACA : 2 Pejambret di Jalan Kranggan Babak Belur Diamuk Massa

Ada beberapa objek wisata favorit para wisatawan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yaitu, penanjakan dan kawah Gunung Bromo. Penanjakan merupakan salah satu tempat rekomendasi untuk kita yang ingin melihat sunrise di Gunung Bromo. Pemandangan Gunung Bromo yang paling indah yaitu, saat sunrise atau matahari terbit. Tidak heran jika banyak para wisatawan yang ingin berburu sunrise di Gunung Bromo. Saat kita menunggu sunrise, kita bisa melihat banyak bintang bertaburan diatas langit dengan jelas dan bukit-bukit yang tertutup oleh kabut. Tentu saja pemandangan seperti itu tidak bisa kita dapatkan dengan mudah di perkotaan. Oleh sebab itu, banyak sekali wisatawan yang ingin melihat pemandangan sunrise di Gunung Bromo.

Ada dua penanjakan yang bisa menjadi tempat para wisatawan untuk melihat pemandangan sunrise di Gunung Bromo yaitu, penanjakan 1 dan penanjakan 2. Penanjakan 1 dan penanjakan 2 mempunyai sedikit perbedaan. Perbedaannya penanjakan 1 merupakan lokasi yang paling tinggi dibandingkan penanjakan 2. Untuk mencapai penanjakan 1 para wisatawan bisa menggunakan kendaraan seperti mobil jeep dan sepeda motor. Sedangkan untuk menuju penanjakan 2 aksesnya lebih mudah dan tantangan yang lebih ringan dibandingkan penanjakan 1. Walaupun begitu, penanjakan 1 dan penanjakan 2 sama-sama lokasi terbaik untuk menyaksikan matahari terbit.

Jika kita ingin melihat sunrise di Gunung Bromo, sebaiknya kita bangun pagi-pagi sekitar pukul 03.00 agar kita tidak telat menyaksikan detik-detik matahari terbit di Gunung Bromo. Untuk menuju Gunung Bromo para wisatawan bisa menyewa mobil jeep yang bisa ditumpangi sekitar 5 orang. Sebaiknya kita berkunjung ke Gunung Bromo saat cuaca cerah dan tidak musim hujan karena jika langit mendung kita akan sulit melihat keindahan sunrise. Saat sudah sampai di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kita belum bisa melihat pemandangan sunrise untuk melihat sunrise kita harus ke penanjakan terlebih dahulu.

AYO BACA : Pantai Timur Surabaya Tercemar Mikroplastik, Begini Kondisinya

Perjalanan menuju penanjakan lumayan sulit karena kita harus kuat berjalan melewati tanjakan yang lumayan panjang ditambah udara pagi yang cukup dingin. Tetapi saat sampai di atas lelah kita langsung terbayarkan dengan pemandangan yang indah. Kita bisa melihat bukit-bukit yang ditutupi oleh kabut ditambah langit yang bertaburan banyak bintang. Bintang-bintang yang bertaburan di atas langit menemani kita menunggu matahari terbit. Pemandangan sunrise indah tersebut tidak dapat kita saksikan di perkotaan.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Apa Salahnya Melepas Burung?

Rabu, 10 Februari 2021 | 14:44 WIB

Refreshing Course ala PP Mambaul Ulum Waru

Senin, 28 Desember 2020 | 14:58 WIB

Ini Alasan Orang Keluar dari Grup WhatsApp

Minggu, 27 Desember 2020 | 08:22 WIB

Dokter Waszklewicz dan Sistem Sirkuler Cacar

Kamis, 24 Desember 2020 | 17:30 WIB

Mantri Cacar dan Dokter Jawa

Rabu, 16 Desember 2020 | 11:44 WIB

Pesona Matahari Terbit di Gunung Bromo

Senin, 14 Desember 2020 | 11:22 WIB

Dokter Bowier dan Tabung Termometris

Selasa, 8 Desember 2020 | 12:25 WIB

Radio Di Masa Corona dan ‘Revolusi’ Program

Sabtu, 5 Desember 2020 | 09:23 WIB

Pandemi, SDN Mulyodadi Bikin Buku Antologi Puisi

Kamis, 3 Desember 2020 | 14:24 WIB

Inokulasi Cacar dan Perhimpunan Batavia

Rabu, 2 Desember 2020 | 14:49 WIB

Memahami Sistem Koloid dengan Ular Tangga

Kamis, 26 November 2020 | 10:27 WIB

Gauffre Membawa Vaksin Cacar ke Jawa

Selasa, 24 November 2020 | 13:57 WIB

Mengoptimalkan Gadget untuk Pembelajaran Olahraga Siswa

Selasa, 24 November 2020 | 10:02 WIB

Kelola Emosi Marah Siswa dengan Expressive Writing

Sabtu, 21 November 2020 | 17:19 WIB

Menelusuri Legenda Sarip Tambak Oso

Sabtu, 14 November 2020 | 15:08 WIB

Sejarah Gunung Sunda

Jumat, 13 November 2020 | 10:18 WIB

Buket Buah, Cara Warga Tambaksumur Rayakan Maulid Nabi

Selasa, 10 November 2020 | 13:33 WIB
X