Apa Salahnya Melepas Burung?

- Rabu, 10 Februari 2021 | 14:44 WIB
Ilustrasi burung perkutut. ( Julio César Velásquez Mejía dari Pixabay )
Ilustrasi burung perkutut. ( Julio César Velásquez Mejía dari Pixabay )

Tak disangka, peresmian Rumah Sakit Lapangan Joglo Dungus, Madiun, Jawa Timur, Rabu (3/2/2021) menuai kehebohan.

Kegiatan yang dihadiri sejumlah pejabat penting di Provinsi Jawa Timur ini sedianya dilakukan untuk percepatan penanganan Covid-19 di provinsi ini. Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah Indar Parawangsa berharap keberadaan Rumah Sakit ini bisa membantu lebih cepat penanganan penyebaran virus Covid-19 di Madiun. Namun, bukan itu sumber kehebohannya.

Dilansir dari laman humas.polri.go.id, peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita, potong tumpeng, serta pelepasan 100 ekor Burung Lovebird dan 75 ekor Burung Perkutut oleh Forkopimda Jatim. Pelepasan burung inilah yang kemudian menjadi heboh, membuat sejumlah aktivis perlindungan satwa di Tanah Air bereaksi. Tak sedikit netizen turut mengomentari peristiwa ini.

Apa salahnya melepas burung? Mengapa jadi heboh?

Pelepasan burung dalam seremoni peresmian rumah sakit ini dinilai dilakukan secara sembarangan sehingga berbahaya bagi ekosistem. Aktivis Garda Animalia menyatakan khawatir ratusan burung tersebut akan berubah menjadi spesies invasif karena Love Bird bukan spesies asli di wilayah tempat mereka dilepaskan. Burung Love Bird berasal dari Madagaskar dan Afrika, ini berpotensi besar membentuk populasi baru yang pada akhirnya mengancam spesies asli di wilayah tersebut. Hal terburuk yang mungkin terjadi adalah kepunahan satwa endemik di lokasi tertentu.

Masalah kesehatan burung yang dilepaskan turut jadi pertanyaan. Tanpa ada pemeriksaan kesehatan sebelum pelepasliaran (melepaskan burung ke alam), burung-burung tersebut berpotensi menyebarkan penyakit yang bisa mempengaruhi spesies lain. Bahkan tak tertutup kemungkinan bisa menulari manusia (zoonosis).

Berlanjut pada permasalahan daya dukung wilayah lepas liar. Bila tanpa disertai survei habitat, dikhawatirkan daya dukung wilayahnya tidak memadai sehingga akan mengganggu kehidupan burung yang baru dilepasliarkan dan burung “pribumi”. Rebutan pakan pun tak terelakkan.

Di sisi lain, kemungkinan besar burung-burung yang dilepasliarkan itu berasal dari peternakan/penangkaran. Mereka sudah terbiasa berinteraksi dengan manusia, disediakan pakannya oleh peternak/penangkar. Dalam situasi ini, pelepasan secara tiba-tiba akan menyebabkan burung kesulitan bertahan hidup di alam dan pada akhirnya akan menghampiri manusia untuk meminta pakan. Permasalahannya, hal ini sangat berisiko untuk diburu dan kemudian diperjualbelikan menjadi hewan piaraan. Jika situasi ini terjadi terjadi, apa makna pelepasan burung?

Masalah Komunikasi

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Apa Salahnya Melepas Burung?

Rabu, 10 Februari 2021 | 14:44 WIB

Refreshing Course ala PP Mambaul Ulum Waru

Senin, 28 Desember 2020 | 14:58 WIB

Ini Alasan Orang Keluar dari Grup WhatsApp

Minggu, 27 Desember 2020 | 08:22 WIB

Dokter Waszklewicz dan Sistem Sirkuler Cacar

Kamis, 24 Desember 2020 | 17:30 WIB

Mantri Cacar dan Dokter Jawa

Rabu, 16 Desember 2020 | 11:44 WIB

Pesona Matahari Terbit di Gunung Bromo

Senin, 14 Desember 2020 | 11:22 WIB

Dokter Bowier dan Tabung Termometris

Selasa, 8 Desember 2020 | 12:25 WIB

Radio Di Masa Corona dan ‘Revolusi’ Program

Sabtu, 5 Desember 2020 | 09:23 WIB

Pandemi, SDN Mulyodadi Bikin Buku Antologi Puisi

Kamis, 3 Desember 2020 | 14:24 WIB

Inokulasi Cacar dan Perhimpunan Batavia

Rabu, 2 Desember 2020 | 14:49 WIB

Memahami Sistem Koloid dengan Ular Tangga

Kamis, 26 November 2020 | 10:27 WIB

Gauffre Membawa Vaksin Cacar ke Jawa

Selasa, 24 November 2020 | 13:57 WIB

Mengoptimalkan Gadget untuk Pembelajaran Olahraga Siswa

Selasa, 24 November 2020 | 10:02 WIB

Kelola Emosi Marah Siswa dengan Expressive Writing

Sabtu, 21 November 2020 | 17:19 WIB

Menelusuri Legenda Sarip Tambak Oso

Sabtu, 14 November 2020 | 15:08 WIB

Sejarah Gunung Sunda

Jumat, 13 November 2020 | 10:18 WIB

Buket Buah, Cara Warga Tambaksumur Rayakan Maulid Nabi

Selasa, 10 November 2020 | 13:33 WIB
X