Peta Jatim Memerah, 86 Persen Wilayahnya Berstatus Zona Risiko Tinggi atau Zona Merah

- Kamis, 22 Juli 2021 | 10:37 WIB

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Peta Jatim memerah karena sekitar 86 persen wilayahanya atau 33 dari 38 kabupaten/kota di Jatim saat ini berstatus risiko tinggi penularan Covid-19 atau masuk Zona Merah. Sedangkan, sisanya lima kabupaten/kota berada di zona oranye atau risiko sedang.

Zona merah di Jatim pekan ini meningkat tajam bila dibandingkan sepekan sebelumnya yang hanya berjumlah 19 kabupaten/kota.

Anggota Satuan Tugas Kuratif Covid-19 Jatim, dr. Makhyan Jibril, menjelaskan penyebab bertambahnya zona merah karena kasus yang meningkat selama sepekan terakhir. 

Zona Merah di Jatim Naik dari 19 Menjadi 33 Kabupaten/Kota, Ini Daftarnya

 

"Penentuan zona dari Satgas Pusat juga karena didasarkan 15 indikator epidemiologi mingguan," jelasnya. 

Selain itu, kata dia, juga disebabkan faktor peningkatan kapasitas testing (pengujian) maupun pemeriksaan sampel yang naik tiga kali lipat.

Permohonan Maaf Gubernur Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta maaf jika penanganan Covid-19 di wilayah setempat belum dapat memuaskan seluruh masyarakat. "Atas nama Pemprov Jatim, saya meminta maaf jika penanganan Covid-19 di Jatim belum dapat memuaskan seluruh masyarakat," ujar Khofifah dalam postingan yang diunggah di akun instagram pribadinya, @khofifah.ip pada Selasa (20/7) malam.

Pemprov Jatim, kata dia, sangat memahami dampak perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ini tidak ringan bagi masyarakat. Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mengumumkan perpanjangan PPKM darurat hingga 25 Juli 2021 dan akan melakukan pembukaan secara bertahap mulai 26 Juli 2021.

"Insya Allah, jika angka kasus baru Covid-19 terus melandai maka 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap," ucap gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X