Dampak Letusan Gunung Semeru, Jembatan Terputus hingga Akses Lalu Lintas Dialihkan

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:18 WIB
Foto Gunung Semeru Erupsi yang beredar dj media sosial.
Foto Gunung Semeru Erupsi yang beredar dj media sosial.

LUMAJANG, AYOSURABAYA.COM - Letusan Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) sore membuat sebuah jembatan terputus sehingga jalur evakuasi dialihkan.

Letusan Gunung Semeru itu pun mengakibatkan beberapa jalur terputus dan tertutup. 

Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya, I Wayan Suyatna mengatakan pihaknya bersama jajaran terkait dari Polres Lumajang dan Polda Jatim juga berupaya melakukan pengalihan jalur dan arus lalu lintas.

"Karena, info terkini Jembatan Perak Piketnol putus. Informasi pengalihan jalur, semua kendaran dari arah Probolinggo dengan tujuan Malang dialihkan putar balik, semua kendaran dari Jember menuju Malang disarankan lewat Probolinggo, dan arus dari Malang menuju Lumajang dialihkan melalui Probolinggo," kata Wayan, Sabtu (4/12/2021).

Baca Juga: Titik Evakuasi dan Bantuan bagi Pengungsi Letusan Gunung Semeru

Berdasarkan hasil koordinasi bersama BMKG, Wayan menyebutkan ada sejumlah data yang tengah dikembangkan. Sesuai pantauan Radar Himawari terkait vapor udara, dampak aktivitas Semeru sebagai berikut:
- berdasarkan pergerakan angin dari permukaan ( 5000 ft ) bergerak ke arah timur dengan kecepatan 10 – 20 km/jam.
- pada lapisan 10.000 feet arah angin bergerak ke arah utara dengan kecepatan 00-05 km/jam.
- pada lapisan 14.000 feet arah angin bergerak ke arah barat dengan kecepatan 05 - 10 km/jam.
- pada lapisan 18.000 feet arah angin bergerak ke arah barat dengan kecepatan 20 - 30 km/jam.
- pada lapisan 24.000 feet arah angin bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 40-50 km/jam.
- berdasarkan vaac darwin update 24 maret 2021 pukul 06.50 wib, pada ketinggian permukaan hingga 13.000 ft debu vulkanik bergerak ke selatan dengan kec. 05-15 km/jam.

Baca Juga: Dampak Letusan Gunung Semeru, Penerbangan ke Bali, Kupang, dan Lombok Diarahkan Melalui Utara

Hingga kini, tim gabungan masih berupaya melakukan evakuasi dan mencari kemungkinan masyarakat sekitar yang terdampak erupsi dan abu vulkanik.

"Diprakirakan, 6 jam ke depan pergerakan debu vulkanik cenderung mengarah ke arah barat hingga barat daya. Pada pukul 16.40 WIB, Pos Pantau PPGA Semeru mengupdate getaran pada Seismograf sudah mengecil, pantauan APG sudah mereda," ujarnya.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X