Atasi Dampak Letusan Gunung Semeru pada Anak-anak, Pemerintah Terjunkan Tim Trauma Healing

- Jumat, 10 Desember 2021 | 16:02 WIB
Ilustrasi anak-anak di tempat pengungsian.  (Siddhant Soni on Unsplash)
Ilustrasi anak-anak di tempat pengungsian. (Siddhant Soni on Unsplash)

LUMAJANG, AYOSURABAYA.COM -- Letusan Gunung Semeru pada Sabtu, 4 Desember 2021, menyisakan trauma bagi pengungsi anak-anak.

Maka dari itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, meminta tim trauma healing untuk memulihkan psikis korban yang masih berusia anak-anak. Selain itu, ia juga meminta relokasi dilakukan segera mungkin.

Ia mengatakan sudah melakukan rapat koordinasi dengan puluhan organisasi relawan dan meminta agar tak sekedar membantu kebutuhan logistik, tapi juga membentuk tim trauma healing. Total, ada 60 unit organisasi relawan yang telah berkoordinasi satu sama lain.

Baca Juga: Sampah di Sekitar Lokasi Pengungsi Letusan Gunung Semeru Kian Berserakan

"Mulai kemarin (9/12/2021), fokusnya (trauma healing) tak hanya kepada dewasa. Trauma healing jadi bagian penting, fokus ke anak-anak," kata Khofifah, Jumat (10/12/2021).

Ihwal relokasi hunian, Khofifah mengaku hal itu bermula ketika lara korban luka maupun selamat sering mempertanyakan. Ketika sudah didengar dan diketahui, ia lantas mematangkan rencana relokasi pos dan rumah pengungsi di sekitar Gunung Semeru. Pun dengan kawasan yang rawan terdampak bencana erupsi seperti pekan lalu.

Khofifah menuturkan, terkait kemungkinan relokasi ke titik mana saja dan berapa KK yang membutuhkan relokasi, pihaknya masih belum dapat memastikan secara pasti. Namun, hal itu dirasa tetap menjadi atensinya.

Baca Juga: Viral, Video Detik-detik Kereta Api Sambar Motor yang Ditumpangi Ibu dan Anak di Lumajang

Kendati demikian, ia mengaku petugas tetap menyimak risiko sesuai peta rawan bencana. Bilamana ada pemukinan, seyogyanya tak dijadikan hunian tetap yang justru membahayakan penghuninya.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X