Pasien Covid-19 di Sejumlah RS di Surabaya Berkurang, Pertanda Baik atau Siaga?

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 21:32 WIB

RSLT Surabaya bahkan sudah tidak dihuni pasien Covid-19. 

GENTENG, AYOSURABAYA -- Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Surabaya Febriadhitya Prajatara menuturkan, tingkat ketersedian ruang isolasi di rumah sakit umum, rujukan, hingga darurat di kota pahlawan mulai menurun.

Bahkan, beberapa di antaranya mulai kosong, salah satunya di Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) Surabaya.

"Alhamdulillah dari 5 hari kemarin, (RSLT Surabaya) tak ada penghuninya," kata Febri, Jumat, 13 Agustus 2021.

Sementara itu, di RS Darurat Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, kini tersisa 8 pasien orang tanpa gejala. Menurutnya, 8 pasien OTG tersebut direncanakan dipindahkan ke lokasi isolasi lain, yaitu di Hotel Asrama Haji (HAH) Sukolilo, Kota Surabaya.

"Insyaallah, coba akan kami pindahkan ke asrama haji," ujarnya.

HAH memiliki kapasitas yang jauh lebih banyak, yakni 899 bed. Data per Jumat ini, masih ada sekira 600 bed yang kosong.

"Ini bisa dibilang bagus, tapi kita tidak boleh lengah," tuturnya.

Selain itu, ada 2 hotel yang disediakan Pemkot Surabaya untuk ruang isolasi. Kini, lokasi tersebut hanya diisi 15 pasien.

Kemudian, pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di rumah sehat di setiap kelurahan secara komulatif mencapai 2.200 orang. "Saat ini, yang aktif hanya 34 orang dari seluruh rumah sehat yang ada di Surabaya," katanya 

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X