BPOM Amankan Peredaran Kosmetik Ilegal Senilai Rp58,9 miliar

- Selasa, 12 November 2019 | 16:15 WIB
Kepala Badan POM RI, Penny Kusumastuti Lukito, menunjukkan barang bukti kosmetik ilegal hasil penindakan dan penertiban Obat dan Makanan beberapa waktu lalu. (Republika/Bowo Pribadi)
Kepala Badan POM RI, Penny Kusumastuti Lukito, menunjukkan barang bukti kosmetik ilegal hasil penindakan dan penertiban Obat dan Makanan beberapa waktu lalu. (Republika/Bowo Pribadi)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Selama periode Januari hingga November 2019, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengungkap 96 kasus peredaran kosmetik ilegal senilai Rp58,9 miliar.

"Ada tren peningkatan jika dibanding tahun sebelumnya yang di bawah angka itu," ujar Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI, Mayagustina Andarini kepada wartawan di Surabaya, Selasa (12/11/2019).

Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah kosmetik ilegal di Indonesia tak terlepas dari kebijakan di perbatasan, di mana produk yang tak berizin dapat masuk meskipun perizinannya menyusul.

AYO BACA : Polda Jatim Cium Dugaan Praktik Korupsi Pembangunan SDN Gentong

"Ada kebijakan post border, di mana produk bisa masuk, tapi izinnya menyusul. Selain itu, juga ada kemudahan untuk memasarkan produk. Dari situ ada potensi memasukkan barang secara ilegal," ucapnya.

Ada pun kasus kosmetik yang paling banyak ditangani BPOM adalah kosmetik yang dicampur bahan obat serta tidak punya izin produksi atau izin edar.

Untuk mencegah peredaran kosmetik ilegal, BPOM melakukan berbagai pencegahan seperti melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu, generasi milenial dan publik figur yang menjadi endorse, sebab follower-nya akan mengikuti.

AYO BACA : Ada Tersangka Baru dalam Kasus Atap SDN Gentong Ambruk

"Artis biasanya jika meng-endorse maka follower-nya cepat membeli, seperti kasusnya di Kediri. Akhirnya kami memberikan sosialasi melalui PARFI dan disiarkan ke seluruh TV yang diharapkan artis bisa menyadari, jika meng-endorse barang legal saja," katanya.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

X