Beli Kerikil Pakai Cek Kosong, Bos Perusahaan Beton Surabaya Diringkus Polisi

- Selasa, 1 Desember 2020 | 06:01 WIB
Ilustrasi--Penangkapan (Pixabay)
Ilustrasi--Penangkapan (Pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Direktur Utama PT SBI, SHD (60) dilaporkan ke Polrestabes Surabaya terkait dugaan penipuan. Akibatnya, saat ini pelaku diamankan petugas.

Dilansir dari Beritajatim.com, tercatat bos perusahaan yang bergerak di bidang usaha beton siap cor tersebut dilaporkan Hanny, bos PT CA. Didugaan SHD melakukan penipuan dan atau penggelapan uang pembayaran kerikil sebesar Rp 1,9 miliar. Kanit Pidek Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Teguh Setyawan mengatakan, bermula SHD memesan batu kerikil ke PT CA.

AYO BACA : Rizieq Shihab Bakal Diperiksa Polisi, Ini Kata FPI

“Pemesanan dilakukan oleh pelaku dengan cara PT SBI menerbitkan purchase order (PO). Pemesan memberikan 1 lembar cek untuk pembayaran dengan jatuh tempo sekitar 3 bulan,” jelasnya, Senin (30/11/2020).

Selanjutnya, PT CA mengirimkan kerikil sesuai dengan pesanan ke PT SBI di Waru, Sidoarjo dan di Mojosari, Mojokerto. Hanya saja, meski barang sudah terkirim sesuai permintaan, pelaku justru memberikan sejumlah cek saja.

AYO BACA : Honda CR-V Hybrid 2021 Siap Mengaspal, Ini Fitur Unggulannya

Parahnya lagi, saat dilakukan pencairan, ternyata rekening pelaku tak ada uang sesui jumlah yang disepakati. Sehingga korban pun tak bisa mencairkan cek tersebut. “Semua pesanan telah terkirim ke PT SBI. Sesuai dengan PO, yaitu 19 lembar PO dengan pembayaran 19 lembar cek,” paparnya.

Menurut catatan pelaporan, pada Mei 2020, ada 19 lembar cek masing-masing dengan Nominal Rp. 101.750.000, yang diberikan oleh pelaku. Cek untuk pembayaran kerikil kepada PT CA ini ternyata kosong. Entah digelapkan oleh pelaku atau memang pelaku menipu.

Hingga saat ini petugas masih mendata informasi guna kelengkapan berkas perkara. “Tapi setelah dicairkan, ditolak oleh bank dengan keterangan dana tidak cukup,” beber Teguh.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

X