Sesak dan Tergenang Air saat Hujan, Karutan Medaeng Usulkan Penataan Ulang

- Kamis, 15 April 2021 | 14:01 WIB
Ilustrasi. (Pixabay)
Ilustrasi. (Pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Para penghuni yang kian bertambah serta kondisi dan kapasitas bangunan yang terbatas membuat Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur (Kemenkumham Jatim) mengusulkan penataan ulang. Rencananya, kompleks Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng juga tak luput dari usulan penataan ulang.

Kepala Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng Wahyu Hendrajati mengatakan, rencananya rutan seluas 1,5 hektare tersebut akan diperluas hingga 2,2 hektare.

Menurutnya, hal itu akan berdampak pada penataan ulang rumah dinas pejabat yang terletak pada sisi utara rutan. “Posisi rumah dinas rencananya akan digeser ke depan, sisi barat rutan,” kata Hendrajati dalam keterangan tertulis yang diterima AyoSurabaya.com, Kamis (15/4/2021).

Pihaknya berencana segera menata ulang kompleks rutan dengan tidak tergesa-gesa. Pasalnya, ada 3 hal mendasar yang perlu diperhatikan sebelum melebarkan kapasitas dan tempat.

Pertama, kondisi overcrowded yang terjadi. Hal itu bisa meningkatkan risiko gangguan keamanan. Sejak 2012, rutan di Desa Medaeng, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo itu hanya berkapasitas 504 orang. Seiring berjalannya waktu, kerap mengalami overkapasitas. Bahkan, di atas 300%.

Di tahun 2019, Rutan Medaeng pernah overload atau kelebihan kapasitas sampai 2.855 orang atau setara 566%. Pada Rabu (13/4/2021), jumlah penghuni di Rutan Medaeng mencapai 1935 orang. Padahal, Hendrajati ingin pihaknya bisa memberikan layanan yang prima kepada Warga Binaan Pemasyarakatan.

“Yang paling utama menurut kami, adalah Rutan Medaeng harus menjadi rutan yang ramah HAM dan memanusiakan manusia. Ini angka (kapasitas) yang sangat tinggi. Sehingga, pelayanan kami kurang optimal,” tuturnya.

Tak hanya kelebihan kapasitas, Rutan Medaeng juga terdampak banjir. Terlebih, saat musim hujan tiba. Tak heran, saat malam tiba, mayoritas bangunan tergenang air.

Akibatnya, WBP tak bisa tidur lantaran menunggu air surut terlebih dulu. Untuk mengantisipasi tingkat stres para WBP, pihak rutan kerap mengadakan kontrol dengan cara berkeliling rutin. Sesekali, petugas mendekati WBP secara persuasif.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

X