Ngabuburit di Surabaya sambil Berburu Kue Kucur

- Minggu, 18 April 2021 | 13:22 WIB
Siti Rokhayah (35) dan Romlah (45) menjajakan Kue Kucur, Martabak Mie, hingga Tahu Isi saat berjualan di Jalan Karangmenjangan Surabaya, Minggu (18/4/2021).
Siti Rokhayah (35) dan Romlah (45) menjajakan Kue Kucur, Martabak Mie, hingga Tahu Isi saat berjualan di Jalan Karangmenjangan Surabaya, Minggu (18/4/2021).

GUBENG, AYOSURABAYA.COM - Salah satu tempat untuk ngabuburit di Surabaya adalah jajaran penjual takjil di Jalan Karangmenjangan Surabaya. Di lokasi tersebut banyak ditemukan jajanan yang membuat air liur menetes. Misalnya kue Kucur dengan warna hijaunya yang khas. 

"Monggo, Mas, kucur e, taseh anget (Silahkan, Mas, kucurnya, masih hangat)," kata Siti Rokhayah, pedagang Kucur di Pasar Krempyeng Karangmenjangan Surabaya, Minggu (18/4/2021).

Selain menjajakan kucur, ia juga menjual aneka gorengan untuk takjil, mulai tahu isi, martabak mie, sampai tempe menjes. Menurutnya, para pelanggan lebih menggandrungi kucur dan martabak mie.

Untuk pembuatan kucur, Siti mengaku tak begitu sulit. Setiap harinya, ia selalu mempersiapkan tepung beras, gula, air mineral, dan essen (perasa) yang ia 'kulak' 1 kali dalam sepekan.

AYO BACA : Cara Menghitung THR Bagi Pekerja yang Belum 12 Bulan Bekerja Sesuai Ketentuan Pemerintah

"Bahane yo podo ae karo bakul liyane, nggawe sumbo panganan, banyu, glepung beras, karo gulo (Bahannya ya sama saja dengan pedagang lainnya, menggunakan pewarna makanan, air, tepung beras, dan gula)," tutur wanita berusia 35 tahun asal Bangkalan, Madura itu.

Proses pembuatannya, ia mencampur aneka bahan tersebut sesuai takaran atau ukuran yang dikehendaki. Ketika adonan sudah merata dan kental, ia mempersiapkan penggorengan. Minyak dan wajan yang digunakan untuk menggoreng pun tak boleh bekas menggoreng hidangan lain, harus untuk kucur saja. Sebab, rasa dan aroma akan berbeda bila wajan serta minyak digunakan untuk menggoreng adonan lainnya.

Untuk 1 hari, ia mengaku bisa membuat 75 sampai 100 biji kucur. Harganya relatif murah yakni Rp 1.000 saja. Begitu juga dengan aneka gorengan lainnya.

Pelbagai bahan yang diperoleh, Siti mengaku ia kulak dalam 1x saja. Sekali kulak, Siti bisa membeli hingga jutaan rupiah untuk tepung, gula, pewarna, dan aneka bahan lainnya.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Musim Hujan Tiba, Pohon di Surabaya Mulai Dipangkas

Kamis, 18 November 2021 | 17:19 WIB

Terbaru! Info Vaksin Surabaya Selasa 16 November 2021

Selasa, 16 November 2021 | 08:47 WIB

Simak! 5 Spot Swafoto Instagramable di Surabaya

Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:22 WIB
X