Mixed Masked, Masker 2 Kegunaan Inovasi Mahasiswi D3 Kebidanan Unusa

- Selasa, 1 Juni 2021 | 13:20 WIB
Mixed masked dapat digunakan orang dewasa hingga anak-anak lantaran dilengkapi perekat pada sisinya.
Mixed masked dapat digunakan orang dewasa hingga anak-anak lantaran dilengkapi perekat pada sisinya.

WONOCOLO, AYOSURABAYA.COM -- Penularan virus SARS CoV-2 atau Corona bisa melalui droplet atau percikan yang dikeluarkan saat seseorang sedang batuk atau berbicara, kemudian terhirup orang lain yang ada di sekitar. Oleh karena itu, pemerintah dan tenaga medis merekomendasikan penggunaan masker untuk melindungi diri dari droplet yang di keluarkan oleh orang lain, supaya tak menular.

Sebab, droplet bisa saja mengenai orang lain karena kita tak tahu siapa lawan bicara yang sedang menjadi pembawa virus. Nah, untuk varian masker yang digunakan sendiri ada 3 jenis yang disarankan kepada khalayak agar dapat memutus penyebaran virus Covid-19, antara lain masker bedah, kain, dan N95.

Namun, kini ada varian baru yang dibesut oleh 3 wanita di Kota Surabaya. Ketiga wanita tersebut, yakni Ima Amalia, Nayla Shaffira Aniq, dan Maulidiah Margareta menjuluki temuannya dengan nama Mixed Mask.

Salah satu anggota Mixed Mask, Ima Amalia mengatakan, mixed mask adalah masker memiliki 2 kegunaan. Menurutnya, masker tersebut dapat digunakan orang dewasa hingga anak-anak lantaran dilengkapi perekat pada sisi terluar masker yang bisa mengatur ukuran masker. 

Selain itu, ada tali ada steper untuk mengecilkan sesuai kehendak penggunanya. Sehingga, tak perlu risau dengan ukuran masker yang terlalu besar atau kecil bagi penggunanya.

"Dengan mudah, masker ini digunakan orang tua hingga anak-anak yang memang maskernya jarang ditemui. Jadi, membantu orang tua juga dalam mencari masker yang bisa di pakai anaknya dan orangtuanya," kata Ima, Selasa (1/6/2021).

Mahasiswi D3 Kebidanan Unusa itu menjelaskan, bahan yang digunakan terbuat dari kain dan 3ply. Ia mengklaim pembuatan Mixed Masked sesuai anjuran pembuatan masker dari Dinas Kesehatan sebagai pencegah penularan Covid-19. Bahkan, pengguna bisa mencuci masker dan menggunakannya kembali. 

"Dapat dicuci jika memang masker tersebut kotor," ujarnya.

Ima mengaku telah mempersiapkan pemasaran mixed mask di berbagai tempat, seperti di sekolah, wisata, hingga pasar. Harapannya, bisa menambah pengalaman dalam berwirausaha para kaum millenials dan meminimalisasi penularan virus Covid-19 di Surabaya

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X