Adab Memasang Teks Arab Atau Al-Quran di Kendaraan

- Senin, 20 September 2021 | 18:08 WIB
Ilustrasi kendaraan.  (nik radzi on Unsplash)
Ilustrasi kendaraan. (nik radzi on Unsplash)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM - Mungkin Anda pernah melihat ada beberapa kendaraan yang ditempelkan stiker bertuliskan bahasa arab atau al-quran. Atau mungkin Anda sendiri pernah melakukannya, lalu tahukah Anda bagaimana hukumnya ?

Hal ini mungkin dapat menjadi pembahasan yang subjektif dimana pandangan tiap orang dapat berbeda-beda sesuai dengan ajaran agama yang didapatkannya. Tetapi artikel kali ini akan mengulasnya dari berbagai sudut pandang yang dapat diambil hikmahnya. Beberapa orang berpendapat jika hal tersebut tidak pernah dicontohkan, lalu seperti apa sih adab memasang teks arab atau al-quran di kendaraan ini.

Tindakan Ini Tidak Pernah Dicontohkan Nabi

Nabi Muhammad SAW tidak pernah memberikan contoh tentang perilaku seperti ini, misalnya menulis nama-nama Allah di kertas atau menempel stiker bacaan doa dan lain sebagainya. Melainkan hal ini muncul karena adanya perkembangan zaman dimana teknologi telah bergarak semakin canggih dengan didukung oleh kreatifitas manusia yang semakin tidak terbatas. Sehingga munculah sikap seperti ini.

Akibat sikap nabi ini menjadi pedoman hidup para sahabat, khaulafaur rasyidin dan para imam saat ini. Sebab sesuatu yang berasal dari nabi dan bersumber dari nabi ini benar adanya dan wajib kita tiru. Sementara tindakan menempel stiker di kendaraan atau menggantung hiasan bahasa arab dan lain sebagainya tidak dilakukan nabi pada zaman itu.

Mereka yang hidup pada zaman nabi kala itu tidak pernah menulis sesuatu yang terambil dari al-qur’an atau hadits nabi baik dalam kertas maupun pamflet. Baik sebagai bahan pelajaran, pengingat dzikir dan lain sebagainya. Sehingga pendapat seperti ini akan menimbulkan pendapat lainnya yang bisa jadi pro ataupun kontra, tugas anda adalah mengambil sisi positif dari kedua pendapat ini.

Ada juga pendapat yang mengatakan jika menempelkan tulisan arab atau al-quran di kendaraan itu boleh selagi tidak berada di tempat yang kotor atau najis. Seperti ungkapan berikut, seorang yang telah melakukan perkara yang disyariatkan yakni menulis tulisan tamsiyah yakni bismillah. Jika dia menyebutkan ayat al-quran dalam kartu undangan maka hal tersebut diperbolehkan.

Sehingga orang yang mendapatkan kartu tersebut yang harus memuliakannya yakni dengan tidak membuangnya ke tempat sampah yang merupakan tempat najis, karena didalamnya terdapat ayat yang dimuliakan oleh Allah. Jika kartu tersebut sampai dibuang atau diinjak-injak maka berdosa lah dia yang melakukannya. Tetapi si pemberi kartu tersebut tidak melakukan dosa.

Bahkan hal tersebut juga pernah dicontohkan oleh nabi ketika mengirimkan surat kepada sahabatnya beliau menulisakan kalimat bismillah dalam surat yang dbuatnya. Bahkan beliau juga pernah menuliskan beberapa ayat al-quran ke dalam surat tersebut. Maka dari itu boleh hukumnya selagi tidak ditaruh pada tempat najis atau tempat yang dihinakan.
Maka, adab memasang teks arab atau al-quran di kendaraan ini boleh selagi masih memenuhi syariat yang diajarkan oleh Islam. Sehingga ketika akan menempelkan tulisan arab di kendaraan kita, taruhlah di tempat yang paling atas atau aman supaya tidak terinjak atau terkena kotoran semacamnya. Jika memungkinkan anda bisa menaruhnya di kaca kendaraan sebelah atas.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X