Peringatan Hari Batik, Mengenal Batik Plumpungan Salatiga

- Minggu, 3 Oktober 2021 | 11:50 WIB
Motif Batik Plumpungan khas Kota Salatiga. (salatiga.go.id)
Motif Batik Plumpungan khas Kota Salatiga. (salatiga.go.id)

SALATIGA, AYOSURABAYA.COM -- Batik Plumpungan merupakan batik khas kota Salatiga. Dinamakan Batik Plumpungan karena corak dari batik tersebut bercorak Prasasti Plumpungan.

Prasasti Plumpungan sendiri merupakan tanda jadi Kota Salatiga yang diatur dalam Peraturan Daerah Kota Salatiga No: 15 Tahun 1995 tentang penetapan hari jadi Kota Salatiga.

Dilansir dari Ayoindonesia.com, prasasti ini ditulis pada batu andesit hitam, dengan tinggi 90 cm, panjang 168 cm, lebar 163, serta memiliki berat 20 ton dan bergaris lingkar 5 m.

Baca Juga: Malam Pertama dan Honeymoon, Aurel Hermansyah: Indah Banget

Diatas batu itu diukir tulisan dalam bahasa Sanksekerta menggunakan aksara Jawa Kuno, bertuliskan, Crir Astu, Swasti Prajabyah yang memiliki arti, semoga bahagia, selamatlah rakyat sekalian.

Awalnya motif batik ini diproduksi di Pekalongan, namun mulai Juli 2008 proses produksi dilakukan di Kota Salatiga sendiri.

Pemberian nama batik ini disesuaikan dengan nama ditemukan motif dasarnya, yaitu dari gambar batu Prasasti Plumpungan 750 Masehi. Motif Batik Plumpungan ditemukan oleh Bambang Pamulargi, penduduk Dukuh Klaseman, Kelurahan Mangunsari, Salatiga.

Baca Juga: Link Download Twibbon Hari Hewan Sedunia atau World Animal Day

Semula motif batik ini masih terbatas lima macam, yaitu Selo Giri, Kupu-kupu, Kencono Sekar Plumpungan, Sekar Seling Pereng, dan Selo Temata.

Halaman:

Editor: Hartanto Ardi Saputra

Sumber: AyoIndonesia.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Manfaat dan Fungsi Kantung Kecil di Celana Jeans

Selasa, 17 Agustus 2021 | 13:34 WIB

Batik Indonesia Pikat Warga Afrika Selatan

Sabtu, 15 Juni 2019 | 17:52 WIB
X